oleh

Tingkat Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Turun Cukup Dalam

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pada Januari 2022, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mencapai angka tertinggi sejak 2015 yakni 73,9 persen.

Namun periode Juni 2022 tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi mengalami penurunan 6,8 persen.

Seperti suvei Litbang Kompas, angka tersebut turun pada periode Juni 2022 ke level 67,1 persen.

# Baca Juga :BREAKING NEWS Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Minyak Goreng Curah Mulai 31 Mei 2022, Ini Kata Kemenperin

# Baca Juga :Mendag Mengaku Distribusi Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Dipantau Secara Real Time

# Baca Juga :Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut Hari Ini, Pengusaha Warteg Berat Menerima Kebijakan Ini

# Baca Juga :Pancing Korbannya dengan Minyak Goreng Murah, Perempuan di Teluk Tiram Sikat Uang Rp 24,5 Juta

Penurunan cukup dalam terjadi di bidang ekonomi dan penegakan hukum. Masing-masing mengalami penurunan 14,3 persen dan 8,4 persen.

Isu bidang ekonomi yang paling banyak menjadi sorotan dan berkontribusi terhadap turunnya tingkat kepuasan publik adalah soal pengendalian harga barang dan jasa (64,5 persen) dan penyediaan lapangan kerja (54,2 persen).

Sementara di bidang hukum, ketidakpuasan tertinggi yang disorot publik terkait pemberantasan suap dan jual beli kasus hukum (44,7 persen) sera pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (43,2 persen).

Turunnya tingkat kepuasan publik tersebut selaras dengan menurunnya angka keyakinan publik kepada kinerja pemerintahan Jokowi-Amin.

Jika pada survei Januari 2022 angka keyakinan sebesar 70,5 persen, pada survei Juni ini turun menjadi 63,5 persen.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 26 Mei-4 Juni 2022. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia.

Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin of error lebih kurang 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Respons pemerintah

Seperti dikutip dari kompas.com, pihak istana meminta masyarakat memahami situasi global yang terjadi saat ini. Hal tersebut membuat krisis pangan dan energi yang membuat harga terus melambung.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada Sabtu (16/6/2022), mengungkapkan pemerintah masih mencari keseimbangan akibat perkembagan geopolitik global.

Oleh karena ketidakpastian global itu, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro mengelak jika penurunan angka kepuasan publik dianggap sebagai kegagalan pemerintah.

News Feed