oleh

Korupsi Minyak Goreng Terungkap, Kejagung Sita Sejumlah Dokumen dari Mantan Mendag M Lutfi

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjadi saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO), termasuk minyak goreng pada tahun 2021-2022.

Untuk itu pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia menyita sejumlah dokumen dari mantan Mendag M Lutfi.

Kemarin, Rabu (22/6/2022) Kejagung memeriksa M Lutfi sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

# Baca Juga :Mendag Zulkifli Hasan Berjanji Minyak Goreng Rp14 Ribu Minimarket Seminggu Kedepan

# Baca Juga :Copot M Lutifi Lalu Pasang Zulkifli Hasan, Yakin Bisa Bereskan Masalah Minyak Goreng 2 Bulan?

# Baca Juga :Zulkifli Hasan Gantikan Lutfi, DPR Minta Benahi Kemendag dan Kasus Suap Minyak Goreng

# Baca Juga :Mendag Mengaku Distribusi Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Dipantau Secara Real Time

“Ada dokumen yang disita dari dia (Lutfi) juga. Ada dokumen-dokumen disita juga. Saya tidak bilang mafia, tapi ada dokumen yang disita,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Supardi di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Kendati demikian, Supardi masih belum merincikan dokukmen yang dimaksud.

Pemeriksaan terhadap Lutfi dilakukan selama sekitar 12 jam, mulai pukul 09.10 WIB hingga 21.10 WIB.

Supardi mengatakan, Lutfi diberikan sekitar 15 pertanyaan yang berkaitan dengan para tersangka dalam kasus dugaan korupsi minyak goreng yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Jadi memang pada hari ini mantan Menteri Perdagangan diperiksa sebagai saksi terkait apa yg dia ketahui, apa dia dengar dengan alami untuk pembuktian terhadap 5 tersangka,” ucap dia.

Lutfi, kata dia, ditanya seputar latar belakang dan implementasi berbagai peraturan yang terbit dari Kemendag menyangkut harga eceran tertinggi (HET), ketentuan ekspor, ketentuan domestic market obligation (DMO), serta beberapa ketentuan yang menyangkut terbitnya persetujuan ekspor (PE).

Kemudian, Lutfi juga ditanya terkait dengan pengetahuan yang dialami, didengarnya terkait kasus korupsi itu.

“Juga dikonfrontir dengan berbagai bukti-bukti yang telah disita sebelumnya. Kan ada beberapa bukti sebelumnya,” kata dia.

News Feed