oleh

PERLU DIKETAHUI Mobil City Car Murah Pakai BBM Pertalite, Garansinya Bakal Hilang

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COMLCGC atau Low Cost Green Car punya rekomendasi bahan bakar yang harus diikuti pemiliknya. BBM yang seharusnya diisi ke LCGC adalah minimal memenuhi RON 92 atau setara Pertamax.

Apa itu LCGC? LCGC adalah singkatan dari Low Cost Green Car, sebuah program dari pemerintah yang mengatur tentang kendaraan harga ekonomis serta ramah lingkungan.

Tujuan program ini adalah mengembangkan kendaraan harga terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah, serta bermesin ramah lingkungan.

# Baca Juga :Jokowi Sebut Tidak Naiknya Harga BBM, Elpiji, dan Listrik Membuat Inflasi Masih 4,94 Persen

# Baca Juga :Bocoran Kenaikan Harga BBM, Ekonom: Menambal Subsidi BBM Lewat Pajak Sangat Berat

# Baca Juga :Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi, Garansi Stargazer Hangus

# Baca Juga :Jika Harga BBM dan Listrik Naik, Pemerintah Siapkan Bansos Rp 18 Triliun

Umumnya, mobil LCGC dibanderol pada kisaran tak melebihi Rp 170 jutaan, dengan spesifikasi dasar yang telah ditentukan pemerintah.

Sesuai rekomendasi bahan bakar mobil LCGC sudah tertulis pada Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013. Selain itu, pada kaca belakang juga ditempel rekomendasi bahan bakar yang digunakan.

Tentu saja, ada juga pemilik yang tidak mengikuti rekomendasi tersebut. Jadi LCGC miliknya malah diisi dengan bahan bakar yang punya RON di bawah 92, misalnya Pertalite yang nilai RON 90.

Lalu apakah jika mengisi BBM LCGC tidak sesuai dengan rekomendasi, apakah garansi bisa hilang?

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor mengatakan, ketika LCGC diisi dengan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi, maka garansi akan hangus.

“Ya (hangus) karena tidak sesuai bahan bakarnya. Kerusakan yang diakibatkan tidak ditanggung garansinya,” ucap Didi kepada Kompas.com, Minggu (21/8/2022) seperti dikutip di kompas.com.

Didi mengatakan, bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi menyebabkan penumpukkan karbon di ruang bakar. Akibarnya, mesin jadi mengalami gejala ngelitik.

“Akhirnya terjadi fenomena turunnya performa,” kata Didi.

Penumpukkan kerak karbon juga menyebabkan klep jadi tidak tertutup rapat. Jadi jika sampai terjadi kerusakan, maka garansi mesin jadi tidak berlaku lagi.

Editor : NMD/Kalimantanlive.com

 

News Feed