oleh

Eruspi Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Jepang Keluarkan Waspada Tsunami

KALIMANTANLIVE.COM – Aktivitas gunung berapi aktif di wilayah Jawa Timur yakni Gunung Semeru kembali meningkat.

Gunung berapi Semeru secara administratif terletak dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peringatan agar masyarakat menjauhi gunung berapi Semeru lantaran gunung berapi Semeru mulai menyemburkan awan panas dan lava pijar.

# Baca Juga :Gunung Semeru Erupsi, Warga Diminta Waspada Ada Semburkan Abu Setinggi 500 Meter

# Baca Juga :Cerita Anak Kaki Gunung Semeru Raih 3 Medali SEA Games 2021, Rizal Mengaku Sering Dimarahi Ayahnya

# Baca Juga :VIRAL Syuting Sinetron TMTM di Pengungsi Gunung Semeru Dihujat, Adegan Pelukan Dilihat Anak-anak

# Baca Juga :Gunung Semeru Naik Status Jadi Siaga, Kembali Muntahkan Awan Panas, Relawan Berlarian: Kayak Bom Meledak

Menurut Kepala Pusat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar gunung berapi Semeru pada radius 8 kilometer.

Pada Minggu 4 Desember 2022 pukul 13.00 WIB PVMBG juga menaikkan level siaga menjadi level IV waspada gunung berapi Semeru dan saat ini menjadi AWAS!

Akibat erupsi gunung Semeru kali ini, Jepang mengeluarkan peringatan tsunami.

Kemungkinan tsunami ini sebelumnya diprediksi mencapai Prefektur Okinawa paling cepat sekitar pukul 14.30 waktu Jepang.

Namun, mereka mencabut peringatan tsunami itu beberapa jam kemudian dan menyatakan tidak ada dampak tsunami akibat letusan gunung Semeru.

Lantas, mengapa letusan Semeru bisa membuat Jepang waspada tsunami?

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menuturkan, peringatan tsunami di Jepang merupakan wujud dari kehati-hatian mereka.

Pasalnya, erupsi gunung api bisa menghasilkan gelombang kejut pemicu tsunami, seperti erupsi gunung Tonga awal tahun ini yang berdampak pada Jepang.

“Itu sebuah kehati-hatian, sebuah negara yang pernah mendapatkan fenomena gelombang kejut yang memicu tsunami,” kata Daryono, Minggu (4/12/2022).

Senada, peneliti bencana Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya Amien Widodo menuturkan, peringatan tsunami Jepang ini adalah bentuk kewaspadaan.

News Feed