oleh

Beda Kamar Rawat Inap KRIS dengan BPJS Kelas 1 2 3, Ada Perbaikan Tempat Tidur

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sesuai Peraturan Presiden (Perpres), pemerintah dan hal ini Kementerian Kesehatan menghapus kelas BPJS Kesehatan yang saat ini dikategorikan I, II, dan III menjadi kelas tunggal mulai 30 Juni 2025.

Kelas tunggal itu diberi nama Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memang sudah digodok sejak beberapa tahun lalu. Namun, besaran iuran belum ditetapkan sampai saat ini.

Penghapusan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

# Baca Juga :Lebih Mengenal KRIS, Pengganti Kelas di BPJS Kesehatan, Tawarkan 12 Kriteria Fasilitas Kelas Rawat Inap

# Baca Juga :LOKER Hari Ini 19 Februari 2024 – Lowongan Kerja Terbaru BPJS Kesehatan, Ingat Batas Waktu 28 Februari!

# Baca Juga :Pemerintah Bakal Naikan Iuran BPJS Kesehatan di 2025, Alasannya Defisit Rp 11 Triliun

# Baca Juga :BPJS Kesehatan Mengeluarkan Rp 12 Triliun Hanya untuk Penyakit Jantung

Dalam Pasal 103B ayat 1 beleid yang diteken Jokowi pada 8 Mei lalu tersebut penerapan KRIS paling lambat 30 Juni 2025.

Lalu apa perbedaannya?

Berdasarkan aturan, disebutkan yang membedakan keduanya adalah fasilitas ruang perawatan dan pelayanan ruang rawat inap.

Untuk saat ini, ruang rawat inap yang diberikan kepada peserta sesuai dengan kelas iuran yang dibayar setiap bulannya.

Namun, dengan KRIS, maka nantinya standar kelas yang diterima seluruh peserta sama, baik di RS milik Kementerian Kesehatan maupun RS yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono pada Juni 2023 lalu pernah mengatakan penerapan KRIS menitikberatkan pada perbaikan tempat tidur.

Dengan perbaikan ini, pasien kelas I BPJS Kesehatan yang selama ini menempati kamar dengan kapasitas 1-2 orang per unit, kelas II berkapasitas 3-5 orang per kamar, dan kelas III berkapasitas 4-6 orang per kamar akan berubah.

Dengan sistem KRIS, maksimal akan menjadi 4 tempat tidur dalam satu kamar. Pengurangan tempat tidur itu menjadi salah satu dari 12 kriteria yang harus ditetapkan RS untuk melaksanakan penghapusan sistem kelas I-III.

Dante mengatakan pemerintah sudah mulai menguji coba penerapan KRIS di beberapa rumah sakit. Hasilnya; indeks kepuasan masyarakat tercatat meningkat setelah penerapan KRIS.

“Jadi dari hasil uji coba tersebut juga membuat dampak indeks kepuasan masyarakat meningkat dan pendapatan RS tidak berkurang dengan menerapkan implementasi KRIS,” tutur Dante waktu itu.