Dalam pantauan Republika.co.id, sejumlah karangan bunga telah memenuhi jalan di sekitar rumah Kapten Afwan. Sejumlah pelayat mulai dari tetangga, kerabat, serta perwakilan pilot sudah hadir di rumah duka.
Penjagaan juga dilakukan oleh TNI-Polri, sekaligus untuk menjaga protokol kesehatan. Tak hanya itu, tampak beberapa orang petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan meminta para pelayat untuk mencuci tangan.
Sebelumnya, Ferza mengatakan, jenazah Kapten Afwan telah teridentifikasi pada Jumat (29/1) sore. “Sore (teridentifikasi), tepatnya (jam berapa) kurang tahu,” ujarnya.
BACA JUGA :
Tim SAR Temukan Diduga Seluncur Darurat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh di Kepulauan Seribu
Sebagai anggota keluarga, Ferza turut bersyukur karena tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri berhasil mengidentifikasi jenazah pamannya. “Alhamdulillah sekian lama menunggu kepastian, Allah menjawab doa keikhlasan kami dengan ditemukannya jenazah almarhum,” tuturnya.

Diberikan Penghormatan
Dilansir dari Detik.com, jenazah Kapten Afwan diberangkatkan ke rumah duka pukul 09. 35 WIB.
Sebelum diberangkatkan, jenazah Kapten Afwan diberikan upacara penghormatan oleh perwakilan dari Sriwijaya Air untuk mengenang jasa dari pilot Kapten Afwan.
Terlihat istri Kapten Afwan menangis melihat pada momen penghormatan itu.
Jenazah Kapten Afwan dibawa menggunakan ambulance RS Polri. Turut masuk ke dalam mobil ambulans istri serta pihak perwakilan dari keluarga Kapten Afwan.
Semantara itu, Direktur Operasional Sriwijaya Capt Didi Iswandy menyampaikan rasa dukacita bagi keluarga Kapten Afwan. Kepulangan Kapten Afwan turut memberikan duka bagi segenap birokrasi Stiwijaya Air.







