SUBANG, KALIMANTANLIVE.COM – Heboh, video seorang warga Subang Jawa Barat meminta tolong lewat pesan di media sosial karena terjebak dalam rumah di tengah kondisi banjir yang sudah hampir mencapai atap rumahnya, Senin (8/2/2021).
Dalam video terlihat, gadis muda mengenakan jilbab warna pink meminta tolong dalam kondisi panik, tampak terisak-isak karena ketakutan terjebak banjir dalam rumahnya yang sudah setinggi bahu.
Sambil meminta tolong dia juga memperlihatkan kondisi banjir dalam rumahnya yang sudah berantakan tergenang air.
BACA JUGA :
Banjir Kepung Semarang, Bandara Tutup, 10 Kecamatan Terendam, Polisi : Ketinggian Capai 1,5 Meter
Di belakangnya, terlihat permukaan air sudah hampir menutupi seluruh ruangan dengan ketinggian hampir mencapai plafon. Terlihat salah seorang hanya terlihat berdiri di tengah rumahnya yang terendam setinggi dada.


Dengan kondis memelas, dia mengatakan mereka sekeluarga sebanyak 5 orang yakni kedua orangtua, dan kakak beradik terjebak dalam rumah. Wanita yang bernama Yulianti Safitri meminta tolong untuk di evakuasi. Dia memberitahukan alamat rumahnya dengan jelas agar bisa dijemput TIm SAR.
“Tolong kepada Tim SAR atau siapa pun yang di Pemanukan Subang, Kampung Baru, Desa Mulya Sari dekat Masjid Miftahul Huda, SD Rahayu, di sini ada yang terjebab banjir lima orang,terdiri dari kedua orangtua, kakak dan adik.
Tolong sebarkan video ini. Kami tidak tahu, airnya sudah mau mencapai atap rumah, sebentar lagi. Tolong, kami sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, kami sudah membagikan video pesan ini.
Tolong bagikan yang di Pamanukan, Tim SAR tolong. Yang rumah ada tembok besar warna coklat, dekat masjid Miftahul Huda, SD Rahayu, Kampung Baru, Pemanukan Subang…tolong…tolong disebarkan…kami sudah tidak tahu lagi…tolog…tolong kami,” ujarnya dalam video berdurasi 55 detik.
Saksikan Video Lengkapnya :
Mohon bantuannya temen² semua, siapapun yg dekat dg Lokasi.. Subang (8/Feb/2021)https://t.co/4UdEPwGzvw pic.twitter.com/L94PHxTz10
— 🏴𝑨𝒔𝒚𝒊𝒒𝒂𝒉🏴 (@QaillaAsyiqah) February 8, 2021
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kondisi terakhir korban dan keluarganya.
Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad







