Menurut polisi, pelaku pemalsuan sertifikat tanah itu telah ditangkap pada 2019 lalu.
Namun, Dino menyebut dalang dari mafia tanah ini belum ditangkap.
“Update MafiaTanah: Ternyata polisi pernah tangkap dalang sindikat tanah a.n. Fredy Kusnadi tgl 11 Novembr 2020 jam 9 malam.
Nmn setlh dibawa ke PoldaMetro, malam itu juga sang dalang dibebaskan tanpa proses hukum yg transparan+jelas.
Setelah itu, dalang tsb kabur dr rumahnya.
Dgn perkembangan baru ini, sy minta perlindungan dr Kapolda.
Tapi kl tidak diberi perlindungan juga tidak apa2, asal hukum ditegakkan dgn murni.
Sy, dan rakyat, akan menangis jikalau polisi tidak bisa melawan mafia tanah.
Kalau bukan polisi yang membela kami, siapa lagi?,” tulis Dino pada hari ini, Kamis (11/2/2021)
Agar publik waspada : satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya. pic.twitter.com/Je1mU7C8xu
— Dino Patti Djalal (@dinopattidjalal) February 9, 2021
Dino juga membalas cuitannya dengan memension Gubernur Anies Baswedan @aniesbaswedan dan Kapolda Metro agar meringkus semua komplotan mafia tanah.
“Sy mohon perhatian Gubernur @aniesbaswedan+ Kapolda Metro utk meringkus SEMUA komplotan mafia tanah yg kiprahnya semakin rugikan + resahkan rakyat. Sy juga harap masyarakat agar berani lawan mafia tanah. Para korban mafia tanah agar bersatu melawan mrk #berantasmafiatanah,” tulis Dino Patti Djalal.
Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad







