Pasha Ungu Sindir Giring PSI Terlalu Naif Tuding Anies Baswedan Soal Banjir Jakarta

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Mantan Wali Kota Palu, Pasha Ungu menyindir Giring Ganesha terlalu naif dan kerdil karena menuding Anies Baswedan tak mampu mengelola Jakarta terkait banjir yang terjadi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sasaran kritik dan hujatan banyak pihak terkait pengelolaan Jakarta karena masih ada banjir.

Salah satunya dilontarkan oleh Plt Ketum PSI Giring Ganesha. Giring mengkritik Anies di akun Instagram resminya.

Giring mengatakan jika banjir di Jakarta dikarenakan Anies yang tidak punya rencana yang jelas untuk mengatasinya.

BACA JUGA :
Anies Raih Penghargaan Bergengsi Global 21 Heroes 2021, Termasuk Tokoh Elon Musk

BACA JUGA :
Begini Sambutan Mesra Adelia Saat Pasha Ungu Tak Lagi Menjabat Wakil Wali Kota Palu

Begini kutipan lengkapnya sebagaimana dikutip dari Viva.co.id:

Mas Gubernur @aniesbaswedan jangan cuma melempar kesalahan pada curah hujan dan banjir kiriman. Pada banjir kemarin, status pintu air di Bogor dan Depok normal. Artinya banjir terjadi karena Mas Gubernur Anies tidak punya rencana dan cara yang jelas untuk mengatasinya.

Selama tiga tahun terakhir Mas Anies tidak pernah serius mengatasi banjir selain itu Mas Anies terbukti tidak punya kapabilitas mengelola Jakarta. Naturalisasi sungai yang selalu digembar-gemborkan Mas Anies terbukti cuma konsep di atas kertas, tidak dikerjakan di lapangan sementara normalisasi sungai dihapuskan.

Selain itu, menjelang musim hujan, tidak terlihat ada upaya untuk mengeruk sungai, membersihkan saluran air, dan mengecek pompa.

Ketika tindakan-tindakan itu tidak dilakukan, mustahil Jakarta bebas dari banjir. Padahal anggaran DKI Jakarta lebih dari cukup untuk membiayai itu semua.

Anggaran Jakarta diboroskan untuk hal-hal tak perlu. Lihat saja, untuk pembayaran uang muka Formula E, mempercantik JPO, atau mengecat genting-genting rumah warga. Dari sini, Gubernur Anies terlihat tidak mampu menyusun prioritas. Kebutuhan mendesak dinomorduakan, hal-hal bersifat kosmetik justru didahulukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *