Dilansir dari jppp.com, SBY lantas menyebut terdapat pihak yang membeli Demokrat ketika GPK PD berhasil. Namun, SBY tidak memerinci sosok pembeli. Dia hanya menjelaskan partai berada pada masa kegelapan ketika GPK PD berhasil.
“Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli partai Demokrat, saya katakan dengan tegas dan jelas, partai Demokrat not for sale,” kata SBY.
“Partai kami bukan untuk diperjualbelikan, meskipun Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi. Kami tidak tergiur dengan uang anda berapa pun besarnya,” beber dia.
Mensesneg sebut GPK-PD hanya persoalan internal. Dari segi logika & akal sehat, laporan & kesaksian dari sejumlah kader @PDemokrat yang dijebak, keterlibatan KSP Moeldoko nyata sekali bukan masalah internal.@SBYudhoyono @AgusYudhoyono pic.twitter.com/82Da34ksRY
— 𝐁𝐚𝐤𝐨𝐦𝐬𝐭𝐫𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐭𝐚𝐢 𝐃𝐞𝐦𝐨𝐤𝐫𝐚𝐭 (@BakomstraPD) February 24, 2021
BACA JUGA :
Tanggapi AHY Soal Gerakan Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko: Jangan Dikit-dikit Istana!
SBY juga menbenarkan pandangan Partai Demokrat yang berbeda dengan pemerintah setelah Mensesneg menyatakan GPK-PD hanya persoalan internal.
“Dari segi logika & akal sehat, laporan & kesaksian dari sejumlah kader Partai Demokrat yang merasa dijebak, termasuk keterlibatan aktif dan langsung dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko nyata sekali geraka pendongkelan kepemimpinan Partai Demokrat itu bukan hanya masalah internal. Tetapi ada pelibatan unsur eksternal.
“Dan unsur eksternal itu paling tidak adalah seorang pejabat penting di pemerintahan,” sebut SBY.







