SBY Bongkar Akalan-akalan Moeldoko Jadi Ketum Partai Demokrat : Ubah AD/RT Sesuai versi KLB

Ketua DPC Demokrat Kota Semarang, Wahyu Winarto atau Liluk, mengatakan ada kadernya yang juga dirayu ikut KLB namun menolak. Kemudian ada Ketua DPC Demokrat Klaten, One Krisnata, yang mengaku ditawari ikut KLB bahkan oleh kader partai lain.

“Yang menarik dua atau tiga hari lalu ada yang menawarkan saya pribadi tapi bukan kader Demokrat, saya tidak perlu sebut nama, kader partai lain. Meminta saya ikut KLB dan mengimingi. Enggak usah lah. Kita solid apapun kita bersama Pak AHY,” tegas One.

BACA JUGA :
AHY Sebut Moeldoko Ketua Umum Partai Demokrat Abal-abal Versi KLB Ilegal

Sementara itu Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, saat ditanya soal benar tidaknya adanya uang tawaran tersebut, ia menyatakan hal itu terbukti dengan dipecatnya dua ketua DPC di Jateng.

“Ya (ada) kan ada yang di-plt-kan (diganti),” kata Rinto.

Terkait hasil KLB yang menunjuk Kepala KSP Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat, Rinto meminta Kemenkumham tidak mengesahkan itu karena tidak sesuai AD/ART. Jika tetap disahkan maka Partai Demokrat Jateng akan melawan.

“Kepada pemerintah dalam hal ini (Kementerian) Hukum dan HAM agar tidak mengesahkan pengurusan KLB yang sedang berlangsung. Kami di Jateng akan siap berdiri di depan membela Ketua Umum AHY dan Ketua Majelis Tinggi, SBY,” katanya.

Perlawanan akan dilakukan jika Menkumham mengesahkan hasil KLB di Deli Serdang itu. Segala upaya akan dilakukan karena KLB itu tidak sesuai AD/ART yang artinya tidak sah.

“Partai Demokrat Jateng bersama 35 DPC akan melawan dan setia pada AHY. Semua cara akan kami lakukan,” tegasnya.

Penulis : Elpian Achmad
Editor : Elpianur Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *