Terlihat dua orang saling dorong, salah satunya disebut adalah tim sukses pasangan calon gubernur nomor urut 02 Denny Indrayana-Difriadi. Kedua orang yang bertikai itukemudian dilerai warga.
Kejadian berawal ketika rombongan pasangan calon gubernur 02 Haji Denny melaksanakan kegiatan Salah Subuh keliling di Masjid Al Qomaruddin.
Usai mendengar ceramah, rombongan Haji Denny berangkat ke Masjid Nurul Iman, hingga akhirnya terjadi peselisihan dugaan pemukulan terhadap seorang warga, yang videonya ramai beredar di media sosial.
BACA JUGA :
Bang Dhin Berharap PSU Pilgub Kalsel 2020 Jadi Ajang Pemersatu, Bukan Pemecah Belah
Ketua DPRD Kalsel menyatakan kejadian ini lantaran Panwaslu lemah dalam melakukan pengawasan seluruh proses dan tahapan PSU dan aktivitas kedua pasangan calon.
“Seharusnya Panwaslu tegas dan proaktif melakukan pengawasan menindak bila terjadi pelanggaran, karena dalam PSU tidak boleh ada kampanye dan penyampaian visi misi dalam bentuk apapun,” ujarnya.
Legislator Kalsel ini mengharapkan, Panwaslu untuk lebih proaktif turun melakukan pengawasan ke lapangan.
“Begitu ada spanduk pasangan calon 01 atau 02 segera turunkan. Jangan sampai dibiarkan terjadi persaingan agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Terkait kasus dugaan pemukulan tersebut, dia minta Panwaslu bergerak apakah ada unsur pelanggaran pada tahapan PSU.
“Jangan sampai ada pasangan calon yang menghalalkan segala cara. Saya berharap ini kejadian terakhir, jangan sampai terulang kembali,” ujarnya.







