Bupati Saidi Mansyur Berharap Kabupaten Banjar Raih Penghargaan APE Tahun 2020 dari Kementerian PPPA

MARTAPURA, Kalimantanlive.com – Bupati Banjar H Saidi Mansyur berharap Kabupaten Banjar bisa meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI).

“Semoga Kabupaten Banjar mendapatkan prestasi juga penghargaan APE 2020 tersebut,” katanya saat mengikuti kegiatan verifikasi lapangan dalam rangka pemberian penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) secara daring di Command Center Barokah Martapura, Rabu (31/3/2021)siang.

BACA JUGA :
Vaksinasi Covid-19 Tahap II, Hj Nurgita Tiyas Minta TP PKK Banjar Jadi Contoh bagi Masyarakat

BACA JUGA :
Ini Pesan Penting Bupati Banjar Saidi Mansyur Buat Tim Penyusunan RPJMD dan Renstra 2021-2026

Dalam kegiatan itu turut hadir Sekda Banjar HM Hilman, Ketua Komisi IV DPRD Banjar Syarwani, Kasat Binmas Polres Banjar AKP Amalia Afifi, Kepala Bappedalitbang Banjar Galuh Tantri Narindra, Kepala BPKAD Banjar Akhmad Zulyadaini, Kepala Dispersip Banjar Yasna Khairina, Kepala DP2KBP3A Banjar Siti Hamidah, Kepala Disperindag Banjar I Gusti Made Suryawati, Kepala Cabang Bank Kalsel Martapura Iwan serta OPD Se-Kabupaten Banjar secara virtual.

Bupati Banjar Saidi Mansyur berharap Pemkab Banjar Raih Penghargaan EPA 2020. Bupati saat rapat daring dengan KemenPPPA di Martapura, Rabu 31 Maret 2021. (MC Banjar)

Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga KemenPPPA RI Rini Handayani mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memverifikasi dan ingin menggali lebih dalam lagi data dan informasi tentang pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Banjar berdasarkan isian formulir kasus kuesioner evaluasi yang telah dirinya terima.

Rini juga menjelaskan bahwa pelaksanaan verifikasi data kasus pelaksanaan PUG tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dikarenakan masih dalam pandemi Covid-19.

“Ini merupakan sebuah tantangan tersendiri baik bagi kami di Kementrian PPPA atau tim verifikator dalam memverifikasi data dan informasi,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *