Ketua Fraksi PKS DPRD Kalsel H Ardiansyah Minta Balai Jalan Memacu Proyek Jembatan Alalak 1

Kontrak kerja pembangunan jembatan selesai pada Maret 2021. Namun, akibat terdampak pandemi Corona virus, proyek jembatan Alalak molor dari jadwal karena para pekerjanya sempat diistirahatkan.

Kata Ardiansyah, fisik badan Jembatan Alalak sudah akan tersambung pada Juli 2021 dan InsyaAllah akhir 2021 sertifikatnya dikeluarkan Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan.

“Jika sertifikatnya sudah keluar, makan awal 2022 jembatan Alalak 1 mudah-mudahan sudah bisa dilewati, ujar alumi Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru tersebut.

BACA JUGA :
Komisi III DPRD Soroti Titik Rawan Macet di Handil Bakti dan Desa Gampa Asahi Batola

Dua jembatan lain selain Alalak yang juga menjadi atensi mantan Wakil Bupati HSS dua periode, agar dipacu pengerjaannya, yakni Jembatan Tabunio (Pabahanan) Pelaihari, menghubungkan Banjarmasin-Tanahlaut dan Jembatan Salim Km 50 Kabupaten Banjar, jalur menuju ke Hulu Sungai.

Menurut Ardiansyah, dipacu artinya bukan mengurangi pengerjaan atau mengurangi kualitas, tetapi bagaimana waktu yang ada digunakan seoptimal mungkin oleh pihak pelaksanan untuk menyelesaikan proyek pembangunan jembatan.

H Ardiansyah SHut mengucapkan Selamat Ramadhan

Dengan selesainya pembangunan tiga jembatan tersebut, arus lalu lintas angkutan barang dan orang yang melintas di jalan Trans-Kalimantan menjadi lancar, sehingga perekonomian daerah juga bisa meningkat.

Jalur Alternatif

Mantan Ketua DPRD HSS ini juga menyoroti kondisi jalur alternatif yang dikelola Balai Pelaksana Jalan Nasional yaitu jalur Banjarmasin-Batola-Margasari-Kandangan.

Kata dia, jalur ini sangat efektif dan lebih cepat untuk angkutan barang dan orang menuju ke Banua Enam.

“Kalau melewati jalur biasa bisa sampai 4 jam, lewat jalur alternatif ini sebelum banjir 2,5 jam sudah sampai ke Kandangan Kabupaten HSS,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *