BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel HM Muslim mengungkapkan capaian vaksin terhadap lansia di Kalsel masih rendah, hanya mencapai 2 persen pada 2020, meskipun merupakan salah satu prioritas sebagaimana ketentuan pemerintah pusat.
“Lansia ini lebih banyak namun saat ini hanya mencapai 2 persennya saja, kalau dihitung masih sebanyak 7 ribuan orang yang belum divaksin,” katanya, usai audensi dengan Aliansi Pekerja Buruh Banua (PBB) bersama Pansus IV DPRD Kalsel, Senin (13/4/2021).
Menurut Muslim, ada dua prioritas pemberian vaksin sebagaimana ketentuan pemerintah pusat yakni Lansia dan pekerja publik yang rentan terpapar Covid-19.
BACA JUGA:
Komisi II DPRD Kalsel : Hanya 5 dari 150 Perusahaan Tambang yang Bayar Pajak Air Permukaan
Minimnya angka capaian vaksin terhadap lansia, kata dia, disebabkan tidak terakomodirnya para lansia di satu titik karena lokasi tempat tinggal tersebar.
“Para lansia sangat sulit dikumpulkan di satu tempat. Berbeda dengan pekerja publik yang lebih mudah dikumpulkan secara massal untuk mengikuti vaksin,” ujarnya.
Kadis Kesehatan Kalsel berharap ada dukungan dan kerjasama kabupaten’kota untuk merangkul warganya dalam sosialiasi vaksinasi para langsia di wilayahnya masing-masing.







