Distribusi Gas Elpjji Terganggu, Hiswana Migas Pertanyakan PBBKB Rp 700 M per Tahun ke Pemprov Kalsel

Ketua Hiswama Migas Kalsel itu memohon kepada pemerintah bisa cepat tanggap merespons bila diminta masukan untuk pendistribusian gas elpiji ke daerah kabupaten/kota supaya tidak terhambat.

Diberitakan sebelumnya, sudah dua hari terakhir distribusi gas elpiji terhambat untuk ke wilayah Banua Enam dan sebagian Kalteng, akibat kerusakan jalan di jalur Sungai Gampa Batola pasca banjir.

BACA JUGA:
Video Detik-detik Terjadinya Longsor Susulan di Sumedang Saat Petugas Menulis Daftar Korban

BACA JUGA:
Jembatan Alalak 1 Dibuka, Komisi III DPRD Kalsel Berharap Bisa Atasi Kemacetan Handil Bakti

Pasokan elpiji dari Hiswana Migas untuk Banua Enam hingga Kalteng berkisar 300-400 ton per hari, pendistribusian menggunakan truk tangki berkapasitas 13 ton.

“Bila kondisi tak segera diatasi, akan terjadi kelangkaan stok elpiji di Banua Enam hingga sebagian Kalteng seperti Bartim, Barsel, Barut hingga Murung Raya,” katanya.

Tabung gas Elpiji 3 kg (ilustrasi/net)

Sedangkan kerusakan Jalan Gubernur Syarkawi mempengaruhi distribusi LPG untuk wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura dan pesisir Pelaihari, Batulicin dan Kotabaru juga mempengaruhi pengiriman menjadi kurang maksimal hanya mencapai 50 persen.

Akibat tidak terdistribusikan selama dua hari terakhir, stok gas elpiji di depo Pertamina saat ini masih ada sebanyak 3000 MT.

“Stok gas elpiji kita berlimpah di depo dan cukup 10 hari kedepan, bahkan setiap hari datang. Hiswana Migas sedih dengan kondisi ini karena stok melimpah tapi tak bisa menyalurkan untuk masyarakat karena jalan rusak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *