Distribusi Gas Elpjji Terganggu, Hiswana Migas Pertanyakan PBBKB Rp 700 M per Tahun ke Pemprov Kalsel

Saibani menambahkan, pihaknya juga pernah mengalami kasus yang sama terhambat pendistribusian gas elpiji ke daerah. Namun, ujarnya, saat itu tidak cukup parah dan cepat teratasi.

“Dahulu pemerintah cepat mengatasi terhambat distribusi gas elpiji, namun sekarang kita tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal masalahnya sudah jelas yakni jalan rusak tapi pemerintah belum bisa mengatasi masalah ini,” pungkasnya.

BACA JUGA:
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Dukung Danau Panggang-Paminggir HSU Dibangun Jalan Layang

Hiswana Migas prihatin, bila memang dalam tiga hari kedepan distribusi masih terhambat dan otomatis stok gas elpiji di daerah-daerah menipis, tidak menutup kemungkinan terjadi gejolak harga akibat kosong gas elpiji di Banua Enam. “Saat ini stok di daerah Banua Enam masih sisa pasokan dua hari lalu, kalau tidak ada pengiriman lagi, akan terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kg, harga akan meroket.,” ujarnya

“Padahal stok gas elpiji kita banyak tetapi tidak bisa mendistribusikan ke daerah karena jalan rusak, bukan karena kelangkaan gas LPG,” katanya.

Menurut Saibani, pihaknya sudah berusaha mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan tergganggunya pengiriman gas LPG tersebut dengan berkoordinasi pemerintah dan pihak terkait, yakni Pj Gubernur Kalsel, Komisi DPRD Kalsel, Dinas PUPR hingga Balai Jalan Nasional.

“Namun Pemprov dan pihak terkait juga belum menemukan solusi untuk mengatasi masalah distribusi ini,” ujarnya.

Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *