“Tujuannya yakni merekrut generasi muda supaya menjadi Polri. Kenapa harus direkrut, karena kita lihat data, pada Polres Banjar saja ketersediaan personel hanya 52 persen, 40 sekian persen kurang, maka ini kita sebut suatu terobosan, local boy for local job,” ungkap Kapolres.
Andri Koko menjelaskan dalam perekrutan nanti, Kabupaten Banjar dapat memenuhi 40 anggota yang dikhususkan putra-putri daerah, sehingga mereka yang lulus kemudian bertugas di daerah masing-masing.
“Di mana, biaya yang diperlukan dalam rekrutmen anggota Polri dari awal pendidikan sampai selesai sekitar Rp 60 juta sekian per orangnya,” jelasnya. (MC Kominfo Kab. Banjar/Melda/Prs)







