BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – DPRD Provinsi Kalsel masih belum menemukan solusi untuk mengatasi terhentinya distribusi atau pengiriman gas elpiji ke Banua Enam akibat rusaknya Jalan di Sungai Gampa Batola dan Jalan Gubernur Subarjo Kabupaten Banjar.
“Solusi yang paling memungkinkan adalah mempercepat penyelesaian pengerjaan jembatan Sungai Salim di Jalan A Yani Km 50 Kabupaten Banjar,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani di Banjarmasin, Senin (19/4/2021).
Menurut dia, saat ini pengerjaan badan jembatan Sungai Salim sudah selesai dibeton, jadi tinggal pengaspalan di bagian atasnya.
“Sesuai jadwal Juli 2021 jembatan Sungai Salim sudah selesai, tetapi kalau bisa pengerjaannya dipercepat agar distribusi gas elpiji ke banua enam tidak terhambat,” katanya.
Sebelumnya Hismana Migas Kalsel mengeluhkan distribusi gas elpiji 3 kg ke Banua Enam dan wilayah tambahan Kalteng terhenti selama dua hari akibat kerusakan jalan di Sungai Gampa Batola dan Jalan Gubernur Subarjo, Kabupaten Banjar.

“Bila kondisi tak segera diatasi, akan terjadi kelangkaan stok gas Elpiji di Banua Enam hingga sebagian Kalteng seperti Bartim, Barsel, Barut hingga Murung Raya,” katanya kepada wartawan, Sabtu (16/4/2021).
Sahrujani mengatakan, pascabanjir beberapa waktu lalu, ruas jalan Sungai Gampa Batola hingga ke Margasari Tapin menuju HSS, banyak yang rusak akibat terendam banjir beberapa waktu lalu.







