Elly Rahmah, anggota Fraksi PAN DPRD Kota Banjarmasin, mengaku tak percaya dengan pernyataan Denny Indrayana.
“Saya meragukan data 74% warga Banjarmasin memilih karena duit yang ditudingkan Denny merupakan hasil survei SMRC,” kata Elly.
Sebab kalangan menengah atas di Banjarmasin tidak lagi memilih karena duit, tapi lebih memilih karena profil dan jejak rekam paslon. Sementara kalangan millenial lebih selektif lagi dalam memilih pemimpin dan tidak lagi terpengaruh duit.
“Makanya saya betul-betul tidak setuju bila warga Banjarmasin disebut mata duitan,” pungkasnya.
BACA JUGA:
Jaga Kalsel dari Provokator Jelang PSU, Tim Pemenangan Paman Birin Deklarasikan Relawan Jaga Banua
Sementara itu, Tim Hukum H Denny-Difriadi (H2D) Muhammad Raziv Barokah SH.MH, mengatakan, pernyataan 70% warga Banjarmasin Selatan memilih karena uang bukan asumsi Haji Denny, melainkan kutipan dari hasil survey SRMC pada tahun 2019.
“Bahkan dalam survey tersebut menyebutkan 74%. Jejak digitalnya masih sangat mudah diakses,” katanya, ketika dikonfirmasi Kalimantanlive.com, Selasa (3/5/2021) lalu.
Raziv menyatakan, fakta tersebut bukan sebuah hinaan atau fitnah kepada warga seperti yang dituduhkan oleh pendukung paslon 01 Sahbirin-Muhidin.
“Melainkan sebagai bahan kontemplasi kita bersama, bahwa ke depan kita harus bersama-sama memerangi politik uang demi banua yang lebih baik,” ujarnya. (*)
Editor : Elpianur Achmad







