Soal Survei 70 Warga Banjarmasin Politik Uang, Denny Dilaporkan ke Polda dan Didemo di Bawaslu

Terkait desakan massa pendemo, Dody mengaku, pihaknya siap untuk melakukan pemanggilan kepada Paslon 02 untuk dimintai keterangan kembali terhadap berbagai dugaan yang dilayangkan Forpeban Kalsel.

Tidak Ada Data Palsu

Tim hukum Haji Denny-H Difriadi (H2D) Muhammad Raziv Barokah yang dikonfirmasi menyatakan, laporan ini adalah upaya Tim BirinMu untuk keluar dari tekanan kegagalan memimpin selama 5 tahun kemarin, banjir besar akibat gagal mengelola SDA di Kalsel, somasi penjara bagi korban banjir yang mengkritik paman, dugaan korupsi penggelapan pajak yang melibatkan perusahaan kerabat paman, kecurangan yang berakibat PSU dan lain sebagainya.

“Untuk menutup itu, hal-hal sepele dan cenderung black campaign terus diarahkan ke H2D,” katanya.

Raziv menegaskan, tidak ada satupun data palsu yang pihaknya ajukan ke MK.

“Tapi fitnah ini terus didengungkan untuk menutup kegagalan diri sendiri. Kami tidak merasa terganggu karena masyarakat sudah cukup cerdas dalam menilai,” ujarnya.

Menurut Raziv, yang pihaknya ajukan di MK adalah print-out berita https://jejakrekam.com/2020/02/04/74-persen-pemilih-banjarmasin-tergiur-politik-uang-bawaslu-sanksi-tegas-menanti/.

“Link nya masih ada sampai sekarang. Jadi tuduhan palsu itu hanya fitnah untuk keluar dari kepanikan akibat sudah kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, soal survei SMRC, Denny kepada wartawan menyatakan bahwa dirinya telah mengklarifikasi pihak SMRC bahwa hasil survei yang disebarnya memang ada dan dilakukan oleh SMRC. Namun hasil survei memang tidak untuk dipublikasikan.

“Ulun (saya) betelponan langsung dengan Saiful Mujani, kebetulan kawan. Yang bersangkutan memang mengatakan surveinya tidak dirilis. Karena bagian dari kontrak kerja, hasilnya tidak dipublikasikan,” kata Denny. (*)

Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *