MARTAPURA, Kalimantanlive.com – Posko relawan H2D di Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, serta spanduk melawan politik uang di sekitar posko habis dirusak orang tak dikenal, Minggu (23/5/2021) dini hahri.
“Kami sangat kaget ketika subuh-subuh mendatangi posko, rupanya sudah dirusak. Kami langsung melapor ke tim di Provinsi,” kata seorang relawan H2D, Fahrul, Minggu (23/5/2021).
Menurut Fahrul, aksi pengrusakan Posko dan spanduk anti politik uang itu diduga dilakukan pada dini hari, setelah para relawan H2D pulang.
“Para relawan meninggalkan posko sekitar pukul 01.00 WITA. Artinya pengrusakan terjadi di atas jam tersebut,” jelasnya.
BACA JUGA:
Tim Hukum BirinMu Akan Ambil Langkah Hukum Penyebar Hoaks Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020
BACA JUGA :
Soal Survei 70 Warga Banjarmasin Politik Uang, Denny Dilaporkan ke Polda dan Didemo di Bawaslu
Relawan H2D juga menjelaskan, pada Sabtu (22/5/2021) malam, sempat ada beberapa orang mencurigakan yang menyantroni Posko H2D di Mataraman. Namun, ketika ingin dihampiri, orang tersebut menghindar dan lari.
Relawan H2D menduga, tindakan premanisme dan anarkistisme menjelang pelaksaan PSU Pilgub Kalsel 2020 pada 9 Juni 2021, diduga bergerak secara terstruktur. Pasalnya, baru saja diadakan ikrar damai PSU Pilgub Kalsel 2020 antara kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Banjarmasin.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalsel Ilham Nor menyatakan, di malam yang sama relawan juga menerima laporan ada beberapa orang yang menyantroni posko relawan H2D di Pekauman, Banjarmasin Selatan.
“Kami langsung mengirim beberapa orang untuk berjaga di Pekauman, alhamdulillah di sini aman. Tapi sangat disayangkan pengrusakan terjadi di posko Mataraman,” ujar Ilham.







