Metode pengumpulan data yang dilakukan Charta Politika Indonesia melalui tatap muka menggunakan kuisioner terstruktur dengan sample sebanyak 1.740 responden.
“Data tersebut dikumpulkan di 7 kecamatan yang akan melangsungkan PSU Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernuri tanggal 9 Juni mendatang,” katanya
Rifky juga mengatakan, Charta Politika Indonesia dalam pengambilan sample respondennya, menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (2,3%) pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BACA JUGA:
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK Minta Bawaslu Tegas Tindak Spanduk Kampanye Berbau Politik Jelang PSU
BACA JUGA :
Tim Hukum BirinMu Akan Ambil Langkah Hukum Penyebar Hoaks Jelang PSU Pilgub Kalsel 2020
Rifky mengatakan, jelang PSU, pihaknya tengah melakukan konsolidasi dan silaturahmi pada semua tim di lapangan.
“Paslon kami sedang silaturahmi dan konsolidasi pada level elit dan pada tokoh tokoh,” bebernya.
Hasil survei ini menurut Rifky, sebagai penyemangat dan untuk menambah optimistisme pihaknya untuk memenangkan PSU Pilgub Kalsel 2020 pada 9 Juni nanti.
“semoga hasil survei ini konsisten dan istiqomah,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, saat survei Charta Politika Indonesia berlangsung, pihaknya tidak melakukan langkah-langkah apa pun, meskipun fitnah banyak yang ditujukan ke kubu paslon 01.
“Kami dikatakan melakukan politik uang, kecurangan. Tapi harus diingat, rakyat punya mata dan telinga dan kita semua punya hati, punya nurani,” tandasnya.
Rifky mengatakan, pihaknya menyadari tantangan saat ini tidaklah ringan, contohnya kami telah dituding melakukan berbagai kecurangan dan keculasan.
“Alhamdullilah, ternyata perlahan-lahan waktu berpihak kepada kami, karena kebenaran satu per satu terungkap,” kata Rifky.
Penulis : Elpian
Editor : Elpianur Achmad







