Menurut dia, untuk penduduk sekitar 39 juta jiwa saat ini, total cadangan pangan Provinsi Jatim sekitar 17.051 ton beras.
“Cadangan pangan ini ditambahkan dengan cadangan pangan pemerintah kabupaten sekitar 3.000 ton,” ujarnya.
Rudy mengatakan, selain beras pihaknya juga berkeinginan untuk menyediakan cadangan pangan selain beras.
“Kami memang belum ada pengalaman pengelolaan cadangan pangan selain beras. tapi itu memungkinkan, karena potensi nonberas di Jawa Timur masih bagus seperti jagung dan ubi kayu,” ujarnya.
BACA JUGA :
Distiribusi Gas Elpiji Terhambat, Komisi III DPRD Kalsel Desak Pengerjaan Jembatan Salim Km 50 Dikebut
BACA JUGA :
Komisi III DPRD Kalsel Diminta Tingkatkan Kualitas Aspal dan Bendungan Tabalong untuk Sambut IKN
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Dr Ir H Suparno, MP menyatakan kondisi CPPD Kalsel mengacu jumlah penduduk.
“Misalnya di Kalimantan Selatan penduduknya 4,3 juta jiwa, jadi minimal cadangan pangan sebanyak 418 ton,” katanya.
Menurut dia, cadangan pangan Kalsel sebelum banjir sebanyak 435 ton dan telah disalurkan sebanyak 50 ton saat banjir kepada masyarakat 10 kabupaten, dan saat ini tersisa sekitar 380 ton.
“Untuk persediaan cadangan pangan ini harus kembali lagi ke angka 418 ton minimal. Makanya kami mengajukan lagi anggaran untuk tambahan cadangan sebanyak 200 ton,” katanya.
Suparno menambahkan, penyaluran cadangan pangan pada saat bencana dilaksanakan dalam satu pintu. Dinas Ketahanan Pangan berkoordinasi dengan Badan Penanggulanan Bencanan Daerah (BPPD), Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.
Editor : Elpian Achmad







