BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Ketua DPRD Kalsel H Supian HK minta maaf tak bisa temui mahasiswa dalam aksi SaveKPK Jilid III yang berakhir dengan kericuhan di depan Kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Kamis (1/7/2021) lalu.
Permohonan maaf tersebut disampaikan H Supian HK lewat akun instagramnya @hsupianhk, pada Jumat (2/7/2021) atau sehari pascaunjukrasa gabungan BEM se-Kalsel.
BACA JUGA :
Penuhi Janji, DPRD Kalsel Serahkan 8 Tuntutan BEM Kalsel SaveKPK ke Jokowi via Setneg
Supian HK lewat media sosialnya @hsupianhk menuliskan komentarnya di salah satu postingan instagam @kabarkalsel.id yang menunjukan video mahasiswa saat ricuh dengan aparat kepolisian yang mengamankan aksi.
“ass.wr.wb, mudahan buhan piyan paham dengan situasi kondisi ini di negara kita melonjaknya kenaikan covid-19, ulun minta rela mohon maaf apabila tidak bisa berhadir akan tetapi semua tuntutan mahasiswa dari seluruh Kalimantan Selatan sudah kami sampaikan dan diterima kementerian Sekretariat Negara yg akan disapaikan kepada Presiden Indonesia bpk Jokowi, jadi semua sama sama menunggu keputusan dari pusat. Terimakasih minta rela,” tulis akun @hsupianhk mengomentari postingan @kabarkalsel.id.
Komentar yang muncul sekitar pukul 15.30,Jumat (2/7) itu mendapat respon yang beragam dari para pengguna sosial media.
Dalam postiang itu Ketua DPRD Kalsel menolak bertemu mahasiswa yang menuntut berdialog dengannya karena alasan kondisi Pandemi Covid-19.
Dia juga menjelaskan, jika tuntutan mahasiswa itu sudah diajarkan ke Peresiden lewat Kantor Sekretariat Kepresidenan di Jakarta beberapa waktu lalu.







