BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Kepala Biro Kesra Pemprov Kalsel Mustajab mengatakan tambahan anggaran sebesar Rp 23 miliar pada KUA PPS 2022, diprioritaskan untuk menyukseskan MTQ Nasional ke XXIX.
“Pada KUA PPS 2022 ada tambahan anggaran sebesar Rp 23 miliar, atau meningkat dari tahun 2021. Sebelumnya KUA PPS hanya Rp 39 miliar, jadi total ada sekitar Rp 63 miliar di 2022,” katanya usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPRD Kalsel di Banjarmasin, Senin (26/7/2021).
Mustajab mengatakan, adanya tambahan anggaran KUA PPS Tahun 2022 tersebut dalam rangka menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional 2022.
“Sebagaimana disampaikan Sekda Kalsel, MTQ Nasional XXIX 2022, merupakan salah satu prioritas program daerah di 2022,” katanya.
Menurut Kepala Biro Kesra Mustajab, MTQ Nasional XXIX menjadi salah satu priortias program Pemprov Kalsel 2022, karena membawa nama baik daerah.
“Mengingat tamu yang datang lima ribu lebih, perputaran ekonomi juga cukup besar,” katanya.
Terkait MTQ Nasional ke XXIX 2022, menurut Mustajab sementara ini ada tiga wilayah yang rencananya menjadi tempat pelaksanaan, yakni Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura.
“Untuk tempatnya ditetapkan di mana nanti, kami masih menunggu petunjuk dari pimpinan, apalagi kondisi saat ini masih di tengah pandemi Covid-19” kata Mustajab.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Saifuddin mengatakan, dirinya sempat mempertanyakan soal MTQ ke XXIX.
“Saya sempat mempertanyakan soal pelaksanan MTQ, mengingat kondisi saat ini. Ternyata menurut Kepala Biro Kesra, penunjukkan Kalsel sudah sejak tahun 2016,” katanya.
Menurut Lutfi, karena Kalsel sudah ditunjuk sejak 2016, tidak mengapa MTQ tetap digelar, itupun kalau situasinya memungkinkan.
“Kita contoh saja MTQ Tingkat Kalsel ke XXIX 2021 Tanah Bumbu beberapa waktu lalu, harus digelar secara virtual. Itupun masih ada peserta yang terpapar Covid-19,” katanya.
Terkait anggaran untuk pelaksanaan MTQ Nasional ke XXIX, kata Lutfi biasanya ada sharing dengan Kementeria Agama.
“Biasanya untuk anggaran MTQ Tingkat Nasional ada sharing dengan Kementerian Agama, namun berapa anggarannya kita tidak tahu,” ujar Lufti.
Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad







