Dalam siaran pers yang beredar, yang menjadi sumber pemberitaan media pers, informasinya seragam: sangat terbatas.
Ada menyebut mendiang adalah pengusaha beberapa bidang usaha, tetapi rasanya memang belum klop atau meyakinkan dibandingkan dengan jumlah sumbangannya yang amat wuih.
Semalam, saya mengontak aktor Anwar Fuady. Wong Palembang,yang terkenal punya pergaulan luas di masyarakat, khususnya di kampung empek-empek itu.
BACA JUGA:
Kadisdik Kalsel Yusuf Effendi : PTM SMA dan SMK Tunggu Izin Satgas Covid-19 dan Pj Gubernur
Dia juga tidak mengenal Akidi Tio. Ini aneh. Baru sekali ini ada orang kaya ” Wongkito” luput dari pengetahuannya.
Padahal, Anwar yang pernah maju sebagai Capres dalam Konvensi Golkar untuk Pilpres 2004, sekian tahun menjadi “buku pintar” segala hal menyangkut Palembang atau Sumatera Selatan pada umumnya.
Sosok almarhum Akidi yang ditulis oleh media sekelas Kompas pun hanya sedikit menggambarkan sosok pengusaha asal Langsa, Aceh Timur itu.
“Mendiang mempunyai tujuh orang anak, enam di antaranya tinggal di Jakarta dan satu di Palembang.
Semua anaknya pengusaha. Mendiang pernah berpesan kepada anaknya jika sukses dalam bidang usaha apa pun agar membantu orang miskin. Almarhum sendiri pengusaha di bidang perbesian dan kontainer,” kata Prof dr Hardi Darmawan yang telah 48 tahun menjadi dokter keluarga Akidi, seperti dikutip Kompas.com.
Kemarin, Dr Hardi ikut dalam penyerahan bantuan Rp 2 T di Mapolda Sumsel.
Hardi mengutarakan, bantuan itu bukan kali pertama diberikan oleh keluarga Akidi. Selama pandemi Covid-19 berlangsung keluarga almarhum selalu membantu warga yang terdampak.
Penyerahan sumbangan Akidi Tio berlangsung di Gedung Promoter Polda Sumsel Lantai 3 Jl. Jend. Sudirman KMP, Senin (26/7) siang.
Dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH., MM, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, MM dan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, SIP SSos.







