BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Suwardi Sarlan menyatakan akan berusaha menasionalkan olahraga tradisional balogo, setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Balogo Kalimantan Selatan dalam acara Musyawarah Balogo via zoom meeting, Rabu (18/8/2021).
“Pada intinya saya berupaya menasionalkan permainan tradisional ini agar nantinya olahraga ini menjadi salah satu cabor dalam olahraga rekreasi,” ujarnya, usai terpilih sebagai Ketua Pengprov Balogo Kalsel.
BACA JUGA :Ketua KONI Bambang Heri Purnama : Kalsel Ikuti 25 Cabang Olahraga di PON 2020 Papua
Balogo merupakan permainan tradisional suku banjar. Biasanya dimainkan secara perorangan ataupun beregu. Pemain yang paling banyak merobohkan logo lawan menjadi pemenang permainan rakyat ini.
Menurut salah satu penggagas kegiatan, Yudi Aulia Rahman, Suwardi yang juga anggota DPRD Kalsel ini bersama tim formatur Siti Nursiah (Banjarmasin), Wahidah Ony (Banjarmasin, Jayadi (Tanah Bumbu), Fuad Ridha (Balangan) dan Hasan Alwi membentuk kepengurusan Pengprov Balogo Kalsel.
“Insha Allah, dua minggu setelah acara zoom meeting ini akan terbentuk kepengurusan Balogo Kalsel,” jelasnya.

Yudhi mengatakan, yang juga penggiat dan pemerhati olahraga tradisional Balogo asal Balangan ini, yang hadir di musyawarah dari KPOTI Provinsi Kalsel, Kormi Kalsel, Fortina Kalsel, Kabid Pebudayaan Dispora, penggiat, pengrajin, pemerhati balogo dari 13 Kabupaten Kota se Kalsel.
Dia berharap, setelah terbentuknya kepengurusan Pengprov Balogo Kalsel, permainan tradisional ini lebih berkembang dan disukai masyarakat.
Permainan Tradisional
Balogo merupakan permainan tradisional asal Suku Banjar, Kalimantan Selatan.
Dikutip dari laman resmi Kemdikbud, nama Balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat ‘logo’.







