Jembatan Sei Alalak dibangun dengan panjang keseluruhan 850 meter yang terbagi menjadi bagian jembatan utama (struktur cable stayed) sepanjang 130 meter, jembatan pendekat (struktur pileslab) sepanjang 295 meter dan oprit jembatan sepanjang 425 meter.
Proyek pembangunan jembatan ditangani oleh Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji dengan nilai konstruksi Rp 278 miliar.
Dana pembangunannya menggunakan alokasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) kontrak tahun jamak 2018-2021 senilai Rp 272 miliar.
Destinasi Wisata
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menargetkan, Jembatan Alalak akan menjadi destinasi wisata untuk wisatawan yang menggemari susur sungai.
“Pemanfaatan ruang terbuka di lahan sisi jembatan yang dapat dimanfaatkan menjadi ruang publik, sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan dari dalam dan luar Kalsel,” tambahnya.
Ibnu mengatakan, Jembatan Sei Alalak dengan pemanfaatan dan perawatan, akan bisa digunakan hingga 100 tahun mendatang.
Untuk itu, dia berharap agar Pemkot Banjarmasin, Pemkab Barito Kuala dan Pemprov Kalsel dapat bersinergi untuk sama-sama menjaga keberlangsungan Jembatan Alalak.
Sekedar Informasi, jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia 30 tahun dan menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalsel dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad







