Dana PON Rp10 Miliar Diperkirakan Cair Awal Oktober 2021, Pemprov Kalsel Tunggu Evaluasi Mendagri

Lutfi Saifuddin menuturkan sebelumnya pihaknya sudah diskusi dengan pihak KONI Kalsel.

“Insyaallah dengan anggaran Rp10 miliar yang disiapkan Pemprov Kalsel KONI memberangkatkan sebanyak 111 atlet ke PON 2020 Papua,” jelasnya.

Mengenai kekurangan anggaran semula diusulkan Rp18 miliar, namun hanya disetujui di perubahan anggaran Rp10 miliar, kata Lutif, maka kekurangnnya nantinya akan menjadi pemikiran pihak KONI.

BACA JUGA :
Pemprov Kalsel Anggarkan Rp 600 Juta untuk Pengamanan Atlet di PON 2020 Papua

Menurut Lutfi, pihaknya sangat mengapresiasi Ketua Umum KONI Kalsel Bambang Heri Purnama yang berani mengambil keputusan bahwa seluruh atlet yang lolos Pra PON akan diberangkatkan ke Papua.

“Salah satunya telah menyiapkan tiket untuk keberangkatan kontingen Kalsel ke PON Papua,” katanya.

Legislator Kalsel itu menambahkan keberangkatan kontingen Kalsel itu menggunakan dana talangan (hutangan), karena memang dana hibah Rp10 miliar di perubahan anggaran 2021 belum cair.

“Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan 2021 memang belum keluar sehingga dana belum dicairkan,” katanya.

Politisi Gerindra ini menegaskan karena dana hibah itu belum cair, pihaknya mendesak Pemprov Kalsel melalui Bakeuda secepatnya mencairkan dana hibah PON jika DPAnya keluar.

“Selain untuk keberangkatan atlet nanti, saat ini sejumlah official telah duluan berangkat ke Papua,” ujarnya.

Lutfi mengatakan dari komitmen KONI Kalsel, atlet yang berangkat sebanyak 111 orang, pelatih 52 orang, personil Brimob Kalsel 21 orang, sehingga jumlah seluruhnya dari kontingen Kalsel ke PON Papua sekitar 250 orang.

“Kami apresiasi komitmen Ketua Umum KONI Kalsel, yang memberangkatkan seluruh atlet yang lolos Pra PON, dengan risiko kekurangannya mungkin akan beliau tanggulangi,” ujarnya.

Penulis : Eep
Editor : Elpian Achmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *