Tunggu Peresmian, Ketua DPRD Kalsel Supian HK Minta Jembatan Alalak 1 Banjarmasin Dibuka Terbatas

BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Ketua DPRD Kalsel H Supian HK meminta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin segera membuka Jembatan Alalak 1 , Banjarmasin agar bisa digunakan oleh masyarakat sambil menunggu peresmian.

“Waktu peresmiannya belum jelas, lebih baik jembatan Alalak itu dibuka agar bisa dilewati masyarakat. Sementara terbatas untuk dilewati kendaraan roda dua dulu,” kata Supian HK kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Supian HK menyampaikan permintaan itu merespon kkecemburuan sosial pasca viralnya video rombongan motor besar (moge) HDCI Rally Indonesia 2021, saat melintas di jembatan Ikonic Kalsel tersebut pada Selasa (20/9/2021) lalu.

BACA JUGA : Jembatan Sei Alalak Banjarmasin akan Diresmikan Presiden Jokowi September 2021, Jadi Ikon Baru Kalsel

“Jembatan Alalak 1 itu kan sudah rampung pengerjaannya, seharusnya bisa digunakan oleh masyarakat, sehingga bisa mengurangi kemacetan di jembatan Alalak 2,” katanya.

Supian HK mengatakan, apabila jembatan itu nantinya bisa dibuka sementara untuk dilintasi sambil menungu peresmian, maka pemanfaatan jembatan ini tidak mesti seluruhnya.

Jembatan Sei Alalak Banjarmasin akan diresmikan Presiden Jokowi pada September 2021. (DinasPUPR)

Namun, sambungnya, terbatas hanya untuk lalu lintas kendaraan roda dua, sehingga kepadatan di kawasan Kayutangi Banjarmasin dan Handil Bakti Batola, berkurang dan terpecahkan.

“Dalam waktu dekat ini mudah-mudahan bisa direalisasikan, tentunya sambil menunggu jadwal peresmian oleh Presiden RI,” ujar Supian HK.

Politisi Senior Partai Golkar Kalsel ini mengatakan pekerjaan proyek jembatan Alalak itu sudah selesai beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini masih menunggu jembatan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Supian HK yang merupakan Tokoh Masyarakat Kabupaten HSU itu berharap secepatnya jembatan Alalak Baru itu dibuka karena lalu lintas di kawasan tersebut sangat padat.

Apalagi, ujarnya, jalan tersebut bagian Trans Kalimantan yang sangat mendukung perekonomian, terutama lalu lintas barang ke provinsi tetangga.

“Jembatan yang sudah rampung itu sayang tidak dimanfaatkan, terutama untuk mengatasi kemacetan lalu lintas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *