Menurut Supian HK, sejauh ini pihaknya bersama Gubernur Kalsel Sahbiirn Noor terus melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin agar proses peresmian jembatan itu bisa dilakukan gubernur saja dan tidak perlu menunggu presiden.
“Mengingat fungsinya sangat vital bagi kepentingan masyarakat dan daerah, alangkah baiknya jembatan diresmikan Gubernur, tak perlu menunggu Presiden Jokowi karena tugas beliau sangat padat,” ujarnya.
Senada anggota Komisi III DPRD Kalsel Agus Mawardi mengharapkan jembatan Alalak Baru itu bisa segera dibuka untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan Kayu Tangi.
“Pembangunan jembatan Alalak itu sudah rampung dan bisa dilintasi, namun hingga kini tidak dimanfaatkan karena menunggu jadwal peresmian oleh Presiden RI,” kata Agus Mawardi.

Politisi PKB ini menegaskan keberadaan jembatan Alalak itu selama ini sangat didambakan masyarakat, karena kemacetan lalu lintas yang luar biasa di kawasan tersebut.
“Sudah lama masyarakat menunggu, kalau jembatan itu dibuka, tentu bisa menguraikan kemacetan lalu lintas,” katanya.
Ikon Baru Kalsel
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan Syauqi Kamal menuturkan, jembatan yang menghubungkan wilayah Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala tersebut tantangan karena dibangun diatas tanah lunak (Gambut).
“Pondasi jembatan kedalamannya sampai 75 meter dengan diameter pancangnya sebesar 1,8 meter. Jembatan Sei Alalak juga menjadi ikon baru kota Banjarmasin maupun Provinsi Kalimantan Selatan,” tutur Syauqi.







