Gadis 15 Tahun Dirudapaksa 33 Pria Selama 8 Bulan dan Diperas Pacarnya, Memicu Kemarahan Rakyat India

“Kemudian teman-teman dan kenalan pelaku merudapaksa korban secara beramai-ramai, setidaknya mulai pukul 04.00 sampai 05.00.”

“Aksi itu dilakkan di kesempatan dan tempat yang berbeda, termasuk Dombivili, Badlapur, Murbad, dan Rabale di distrik tempat tinggalnya,” tutur Komisaris Tambahan Polisi (wilayah Timur), Dattatray Karale.

Aksi kejam itu dilakukan para pelaku dalam kurun waktu 29 Januari hingga 22 September 2021.

Mengutip NDTV, korban menyebutkan nama 33 pelaku yang telah merudapaksa dirinya.

Berdasarkan pengaduan korban, polisi Manpada di Dombivili, Kalyan telah mendaftarkan laporan tersebut pada Rabumalam terhadap 33 terdakwa.

Laporan itu didaftarkan berdasarkan KUHP India pasal 376 (rudapaksa), 376 (n) (rudapaksa berulang), 376 (d) (rudapaksa berkelompok, 376 (3) (rudapaksa terhadap seorang gadis di bawah usia 16 tahun), dan ketentuan Undang-undang Perlindungan Anak dari Pelecehan Seksual (POCSO).

Ucap Janji Setia saat Lamaran, Ria Ricis dan Teuku Ryan Berurai Air Mata, ‘Aku Akan Menjagamu Sampai Mati’

Setelah Beli Kue Agus Metal Tak Terlihat Lagi, Ketika Ditemukan Sudah Membusuk di Rumahnya

Seorang pejabat polisi mengatakan saat ini pihaknya telah berhasil mengamankan 26 pelaku rudapaksa, termasuk bocah di bawah umur yang kini sudah ditahan.

Dua diantaranya baru saja diamankan pada Kamis (23/9/2021) malam.

“Polisi telah menangkap dua orang lagi dalam kasus ini.”

“Keduanya ditangkap dari Navi Mumbai pada Kamis malam, dengan salah satu dari mereka ditangkap dari Rabale.”

“Sejauh ini, 26 orang telah ditangkap dan dua anak di bawah umur ditahan.”

“Pencarian pelaku lainnya sedang dilakukan untuk kasus ini,” ungkap pejabat polisi itu kepada kantor berita Press Trust of India.

Picu Kemarahan Publik

Kasus rudapaksa yang menimpa gadis 15 tahun di Distrik Thane telah memicu kemarahan publik.

Tak hanya itu, partai-partai politik juga turut menyoroti kasus rudapaksa yang dilakukan 33 pria ini.

Anggota Partai Kongres Nasional (NCP) dan Partai Republik India (RPI) telah berkumpul dalam jumlah besar di luar kantor polisi Manpada.

Dilansir Times of India, mereka menuntut agar polisi menindak tegas para pelaku.

Sementara tu, mantan kepala menteri Maharashtra dan pemimpin oposisi, Devendra Fadnavis, mengatakan para pelaku harus dihukum berat.

Ia meminta supaya pemerintah menanggapi insiden ini secara serius dan bertindak cepat.

“Polisi telah menangkap pelaku dalam beberapa jam, menunjukkan gerak cepat mereka.”

“Tapi, insiden seperti itu terjadi berulang kali, kami para wanita merasa marah.”

“Kami menuntur agar pelaku diserahkan kepada kami sehingga kami bisa memberi mereka pelajaran supaya orang-orang takut melakukan kejahatan serupa di masa depan,” ujar perwajilan NCP, Vidya Chavan.

Sementara itu, saat ini korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah di Kalwa.

Kondisinya kini dilaporkan stabil. (NMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *