Mantan Panglima TNI Ungkap Patung 3 Jenderal Penumpas PKI Hilang dari Museum Kostrad, Ini Kata Letjen Dudung

Dia malah menilai, seharusnya Gatot selaku prajurit senior dapat melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada Kostrad maupun institusi terkait sebelum membeberkannya ke publik.

Pasalnya, pernyataan Gatot tersebut dapat menimbulkan fitnah dan kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia.

“Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa,” ujar eks Panglima Kodam Jaya tersebut.

BACA JUGA:
Kronologi Bripka CS Tembak Mati Anggota TNI AD dan 2 Karyawan Kafe RM di Cengkareng

Adalah Panglima TNI periode 2015-2017 Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menyampaikan informasi itu ketika menjadi pembicara webinar bertema ‘TNI Vs PKI’ di Jakarta Ahad (26/9/2021) malam.

Gatot mengungkapkan, tiga patung diorama, yaitu Jenderal TNI AH Nasution (Menteri Pertahanan dan Keamanan), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD atau sekarang Kopassus), telah raib.

Senada Dudung, Kepala Penerangan (Kapen) Kostrad, Kolonel Inf Haryantana juga membantah tudingan bahwa Kostrad memiliki ide untuk membongkar ketiga patung tokoh nasional di Museum Dharma Bhakti.

Dia menyampaikan kronologis peristiwa pada Senin, 30 Agustus 2021, AY Nasution bertemu dan meminta kepada Letjen Dudung Abdurrachman untuk membongkar tiga patung tersebut.

Dia menjelaskan, alasan AY Nasution meminta pembongkaran patung yang dibuat pada eranya, demi ketenangan lahir dan batin. Sehingga, atas alasan itu, Kostrad mengizinkan permintaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *