“Tidak benar Kostrad menghilangkan patung sejarah (penumpasan G30S/PKI). Pembongkaran patung-patung murni keinginan Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide,” ucap Haryantana.
Jenderal Penumpas PKI
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebelumnya menyampaikan kabar hilangnya diorama G30S PKI dan patung Pahlawan Revolusi di Markas Kostrad.
Dari akun YouTube Hersubeno Point, Gatot menyebut, diorama G30S/PKI yang hilang tersebut adalah momen ketika Mayjen Soeharto memerintahkan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo untuk menumpas PKI.
BACA JUGA:
Black Box Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan Penyelam TNI AL, Dibawa ke Dermaga JICT
Di diorama itu terlihat Mayjen Soeharto berdiri di hadapan Sarwo Edhie. Kemudian, di sebelahnya tampak Jenderal AH Nasution tengah duduk sambil memegang tongkat, dan mengangkat kakinya ke meja dengan diperban, usai ditembak personel Cakrabirawa.
Gatot mengaku, awalnya tidak percaya saat menerima kabar hilangnya diorama G30S/PKI dan patung Pahlawan Revolusi di Markas Kostrad.
Gatot pun mengutus seseorang ke lokasi tersebut untuk memeriksa kebenarannya. Gatot menuturkan, utusannya itu kemudian mengirimkan foto ruangan yang dimaksud sudah dalam keadaan kosong.
“Ini sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI,” kata Gatot.
“Mengapa saya sampaikan ini? Untuk mengingatkan bahwa indikasi seperti ini apabila dibiarkan maka peristiwa kelam tahun 65 bisa terjadi lagi. Betapa menyakitkan dan menyedihkan. Yang korban rakyat juga,” ucap Gatot.
Penulis : Eep
Editor : Elpian







