Sebut Motor Honda Musim Ini Menyedihkan, Marc Marquez Did Not Finish dalam Tiga Balapan

KALIMANTANLIVE.COM – Setelah beberapa kali gagal finish, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez akhirnya buka suara terkait performa motor RC213V.

Menurut Marc Marquez performa motor Honda pada musim ini memang menyedihkan.

Sejak melakoni comeback balapan pada seri ketiga MotoGP 2021, Marc Marquez kerap memberi sorotan tersendiri terhadap kinerja kuda besi Honda.

Pengembangan motor Honda RC213V dinilai tidak berada di jalur yang tepat selama Marquez absen karena cedera patah lengan kanan.

Hasil Liga Champions : PSG Kalahkan Manchester City 2-0, Lionel Messi Cetak Gol Cantik

MOTOGP 2021, Berikut Jadwal Live Trans7 – Yamaha Tekan Quartararo, Bagnaia Kondisinya Mengkhawatirkan

JADWAL Liga Champions Malam Ini: Big Match PSG vs Man City, AC Milan vs Atletico Madrid & Real Madrid vs Sheriff

Alhasil, terlepas dari kondisi fisiknya yang belum 100 persen fit, Marquez pun mengaku kesulitan memacu RC213V secara optimal.

Marquez bahkan sempat meraih hat-trick hasil gagal finis alias did not finish dalam tiga balapan beruntun.

Marquez lalu perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan berkat kemenangan balapan yang diraih pada MotoGP Jerman 2021 di Sachsenring.

Namun, meski sudah berhasil meraih kemenangan pada musim ini, pasang surut performa masih dialami Marquez hingga paruh pertama berakhir.

Situasi belum sepenuhnya membaik saat Marc Marquez menjalani paruh kedua MotoGP 2021.

Dalam wawancara dengan MotoGP, pembalap berusia 28 tahun tersebut tak segan menyebut motor RC213V yang dia tunggangi pada musim ini memang menyedihkan.

Peraih enam gelar juara dunia kelas utama itu menilai RC213V tidak cukup kompetitif pada MotoGP 2021.

“Motornya tidak cukup kompetitif ketika saya kembali,” kata Marquez, dikutip BolaSport.com dari laman Motosan.

“Sebelum jeda musim panas tiba, kami berada dalam situasi yang tidak sepenuhnya kami pahami,” ucap Marquez menjelaskan.

Kendati demikian, pembalap berkebangsaan Spanyol itu tak lantas menyerah. Berbagai konsep serta perangkat baru diuji untuk memahami masalah yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *