kalimantanlive.com – Singapura kembali menghdapi lonjakan kasus covid-19 dan mulai menerapkan WFH.
Duta besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo mengatakan pemerintah Singapura menerapkan kembali kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) sebagai upaya menurunkan angka kasus positif COVID-19.
Berdasarkan data, pada 26 September ada 1.939 kasus dan 27 September ada 1.647 kasus.
“Bagi pemerintah Singapura ini adalah jumlah yang cukup besar karena itu mereka melakukan antisapasi agar situasinya tidak mengalami pemburukan,” kata Suryo Pratomo dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Selain bekerja dari rumah, Singapura juga kembali menerapkan sekolah daring sejak Senin (27/9) selama dua minggu.
BACA JUGA Dukung UMKM di Masa Pandemi, Ridwan Kamil Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Jins Modis
“Makan di restoran hanya boleh 2 orang, menerima tamu 1 hari hanya boleh 2 orang. Masyarakat yang ingin makan di luar/ restoran harus sudah menerima vaksinasi lengkap,” ujar Dubes Suryo.
Ia mengatakan pemerintah Singapura juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Di Singapura protokol kesehatan diterapkan secara ketat, orang keluar harus pakai masker dan orang makan di restoran harus menunjukkan bahwa dia sudah divaksin. Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi/denda hingga mencapai 10 ribu dolar Singapura atau penjara 6 bulan,” kata Dubes Suryo.
Selain itu, Singapura mencoba mencegah penularan yang lebih tinggi melalui pengontrolan berbasis teknologi.







