AMUNTAI, KALIMANTANLIVE.COM – Hujan yang turun cukup deras dalam beberapa pekan ini membuat sebagian lahan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai terendam air
Salah satu lahan pertanian yang tergenang ada di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU, Kalsel.
Akibat kondisi ini, warga mulai melakukan panen meskipun masih belum cukup usia padi.
Seorang petani Desa Pulantani, Supiadi, Rabu (29/9/2021), mengatakan, lahan pertanian sebagian sudah mulai terendam sejak dua minggu terakhir.
HASIL & Klasemen BRI Liga 1 2021: Arema dan Persebaya Jauhi Zona Degradasi, Bhayangkara Rebut Tahta
Sempat mengalami surut sekitar 5 hari, namun pada saat ada air kiriman lahan pertanian kembali tergenang.
Kedalaman air sekitar 1 meter dan dan para petani sudah mulai melakukan panen padi, meskipun sebenarnya usia padi masih belum waktu terbaik untuk dipanen.
“Perlu waktu satu hingga dua minggu lagi sampai padi benar-benar masak dan menghasilkan padi yang benar-benar matang. Namun karena air sungai sudah mulai tinggi, jika tidak segera dipanen, dikhawatirkan akan busuk dan juga dimakan tikus. Karena saat air dalam, maka hama tikus juga semakin bertambah,” urainya.
Ditambahkan, dirinya saat ini menanam padi di 10 borongan lahan. Sedangkan yang terendam, lebih dari setengahnya. Hal ini juga dialami sebagian besar petani setempat.
Air yang menggenangi lahan pertanian merupakan air kiriman atau luapan dari Sungai Tabalong. Ditambah, curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.
“Jika dibanding dengan tahun sebelumnya, penghujan datang lebih cepat saat ini. Bahkan ada beberapa lahan pertanian yang belum sempat untuk dipanen,” imbuh Supiadi.







