Menanggulangi hal ini, dirinya mengharapkan ada siring untuk menahan air masuk ke lahan pertanian.
Terpisah, Kepala Desa Pulantani, Ibnu Athaillah, mengatakan, saat ini memang lahan pertanian masih banyak yang terendam karena musim penghujan datang lebih cepat dibandingkan perkiraan.
Lahan pertanian yang sudah mengalami tanam terlebih dulu, padinya sudah dipanen. Namun untuk lahan pertanian yang terlambat dilakukan tanah maka terpaksa dipanen sebelum waktunya.
“Warga biasanya memanen padi yang terkena air menggunakan alat bantu jukung atau juga menggunakan Tempat untuk meletakkan padi yang sudah dipanen kemudian ditarik menuju pinggiran lahan pertanian baru diangkut dibawa ke rumah masing-masing,” ungkapnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasinpost.co.id







