Diterpa Covid 19 Lalu Banjir, APBD 2022 Kalsel Difokuskan Pemulihan Ekonomi dan Sosial, Kepala Bappeda Sebut Ini

BANJARBARU, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah terpuruk akibat pandemi berkepanjangan Covid 19 lalu bencana alam, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya bangkit dengan potensi yang ada.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022 Kalsel pun difokuskan pada pemulihan ekonomi dan sosial.

Meski fokus pada ekonomi dan sosial, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira, Kamis (30/9/2021), mengatakan, tetap memperhatikan situasi masa pandemi Covid 19 dan dampak banjir.

“Pada 2022, kami memantapkan pemulihan ekonomi dan sosial dengan memperhatikan lingkungan. Pandemi yang dihadapi serta banjir, maka dampak terhadap ekonomi dan sosial harus kami tanggulangi,” jelasnya.

Gencarkan Vaksinasi Pelajar, Kabupaten HSS Sebut Bagian dari PTM, Agni Natasha Mengaku Gugup

GEGER! Bocah Telajang Temani Jasad Nenek yang Membusuk, Sudah 3 Hari Tak Makan & Tubuh Penuh Kotoran

HASIL Drawing Perempat Final Piala Sudirman 2021: Laga Seru Indonesia vs Malaysia, Tonton Livenya di TVRI

Dalam APBD, ujarnya, fokus pada kesehatan, pendidikan dan keterampilan yang terkait dengan SDM untuk penanganan penanggulangan Covid-19 yang belum berakhir, serta pelaku UMKM agar menguasai pemasaran produk sistem digital.

Pada sektor investasi dan hilirisasi industri, lanjutnya, Pemprov Kalsel membuka dan menjadikan karpet merah bagi para investor.

Sekaligus, lanjutnya, mendorong sektor pertanian, pariwisata dengan geopark, wisata religi, penanggulangan banjir dan Covid-19.

Pada APBD 2022, tambah Fajar Desira, masih didominasi oleh belanja operasional sebesar 64 persen, belanja modal hampir 13 persen, belanja tidak terduga tidak sampai satu persen, belanja transfer 21,83 persen.

Belanja sektor pendidikan sebesar 22,34 pada tahun 2022 atau turun dari tahun 2021 sebesar 22,59 persen, terdiri dari kegiatan pada dinas pendidikan dan dinas-dinas lain yang terkait urusan pendidikan.

Sektor kesehatan pada 2021 sebesar 17,53 naik pada 2022 sebesar 17,9 persen, terdiri dari kegiatan pada dinas kesehatan dan UPT-UPT yang terkait dengan urusan kesehatan.

Sementara itu, Kepala Bakeuda Kalsel, Agus Dyan Nur, menjelaskan, penggunaan APBD 2022 lebih fokus terhadap kegiatan yang berorientasi produktif dan memiliki manfaat untuk peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Keterbatasan kemampuan keuangan APBD tahun 2022, ujarnya, tidak lepas dari akibat pandemi yang menuntut Pemprov Kalsel memfokuskan kebijakan belanja daerah kepada kegiatan-kegiatan yang mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

Struktur sementara postur APBD 2022, yaitu pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp 5,5 triliun lebih, naik sebesar kurang lebih Rp 138 miliar atau 2,55 persen dari anggaran murni tahun 2021 sebesar Rp 5,4 triliun lebih.

“Belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 5, 5 triliun lebih, naik sebesar Rp 3,3 miliar atau 0,6 persen dari anggaran murni tahun 2021 sebesar Rp 5,5 triliun lebih,” katanya.

Dengan demikian terdapat surplus yang dipergunakan untuk menutup pembiayaan netto sebesar Rp 35 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 135 miliar dimana tahun 2021 defisit sebesar Rp 100 miliar.

editor : NMD
sumber : banjarmasinpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *