KALIMANTANLIVE.COM – Selain Indonesia, ternyata banyak negara maju yang memiliki utang cukup besar sehingga membuatnya nyaris tenggelam dalam utang.
Namun, menurut para ekonom bahwa suatu negara yang memiliki utang tidak berarti negara itu dijalankan dengan buruk atau tidak stabil secara finansial.
Sebab, kenyataannya beberapa kekuatan ekonomi terbesar dunia memiliki banyak utang.
Namun, ada batas jumlah utang yang sehat dan tidak sehat. Bank Dunia menerbitkan sebuah sttudi pada 2010, yang mengungkapkan bahwa rasio utang terhadap PDB 77 persen adalah titik kritis bagi negara maju, dan 64 persen untuk negara berkembang.
Sementara di Pegadaian Harga Emas Anjlok Rp 12.000, PT UBS Patok Rp 909.000 Per Gram, Ini Rinciannya
Disebut-sebut Mobil e-Smart, Daihatsu Bakal Meluncurkan Rocky Hybrid, Segini Harganya
Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel Teken Kerjasama Penjaminan KPR, Dukung Penyediaan Rumah Bagi MBR
Negara-negara yang bertahan di atas ambang batas rasio tersebut untuk waktu yang lama, mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Melansir Lovemoney.com yang berdasarkan data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) World Economic Outlook (Oktober 2020), berikut negara-negara yang diperhitungkan tenggelam dalam utang terbesar di dunia pada 2021:
1. Jepang: rasio utang 177,08 persen terhadap PDB
Jepang memiliki rasio utang terhadap PDB terbesar di dunia sebesar 177,08 persen.
Pada akhir 1980-an, harga real estat dan pasar saham Jepang sangat meningkat, dan gelembung ekonomi yang dihasilkan meledak pada 1992, yang mengarah ke periode stagnasi keuangan yang dikenal sebagai “Sepuluh Tahun yang Hilang”.
Jepang telah tumbuh menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia, tetapi mengalami krisis keuangan global dan sejumlah bencana domestik, seperti gempa bumi dan tsunami 2011, yang merupakan bencana alam paling mahal di dunia.







