Jepang dan Italia Termasuk 5 Negara yang Tenggelam dalam Utang Terbesar di 2021, Lalu Indonesia?

Kerusakan tersebut menyebabkan kerugian senilai hampir 325 miliar dollar AS (Rp 4.650 triliun), memiliki sedikit kesempatan untuk melunasi hutangnya.

Namun Jepang telah memimpin apa yang disebut “Zoom boom” di antara ekonomi Asia, karena ekonominya dengan cepat bangkit kembali dari resesi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, dengan pertumbuhan 5 persen pada kuartal III 2020.

2. Lebanon: rasio utang 167,21 persen terhadap PDB

Lebanon mengumpulkan banyak utang setelah perang saudara 1975-1990, yang banyak disebutkan sebagai penyebab atas kesalahan penanganan keuangan negara oleh pemerintah berturut-turut.

Pemerintah cenderung memprioritaskan untuk memperkaya diri sendiri dari pada menyelesaikan masalah nasional, seperti pemadaman listrik setiap hari dan kurangnya air minum yang aman.

Negara ini berada dalam lingkaran setan utang, dengan pemerintah menghabiskan setengah dari pendapatannya hanya untuk membayar bunga dari pinjaman.

Situasi keuangan di Lebanon kemudian dilumpuhkan lebih jauh tidak hanya oleh wabah Covid-19, tetapi juga oleh ledakan dahsyat di Beirut pada Agustus 2020, yang menewaskan lebih dari 200 orang dan menyebabkan kerusakan infrastruktur kota senilai lebih dari 15 miliar dollar AS (Rp 214,6 triliun).

Saat ini, Lebanon berada dalam krisis ekonomi yang mendalam, dengan utang nasional ditotal 105,9 miliar dollar AS (Rp 1.515 triliun).

3. Italia: rasio utang 148,84 persen terhadap PDB

Italia secara konsisten selama dua dekade terakhir memiliki kinerja ekonomi yang buruk, mengakibatkan pertumbuhan terbatas, di mana sumber daya sedikit untuk menangani dampak perubahan iklim, seperti masalah banjir Venesia, dan kesulitan dalam mendanai sistem pensiun negara yang mahal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *