KOTABARU, kalimantanlive.com –Visi dan Misi Bupati Kotabaru untuk mengembangkan pariwisata di Bumi Saijaan akan diwujudkan dengan pembangunan masjid terapung.
Tujuan pembangunan di Siring Laut Kotabaru ini untuk menambah sarana pariwisata dan menggaet wisatawan lokal maupun asing.
Terobosan ini digaungkan Bupati Kotabaru H Sayed pada periode pertama kepemimpinannya.
Wacana ini kembali mengemuka usai penandatanganan kesepakatan KUA dan PPAS tahun 2022. Disampaikan Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, Kamis (30/9/2021), dikutip dari banjarmasinpost.co.id.
BACA JUGA Sudah Disuntik Mati tapi Masih Laris, Berikut Nama-nama Mobil Bekas yang Banyak Dicari Konsumen
Menurut Syairi, pembangunan masjid terapung yang kegiatannya masuk tahun jamak dan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda).
Apalagi kriteria disyaratkan dalam Perda, kegiatan yang diusulkan bisa dikerjakan.
Sesuai pernah diwacanakan sebelumnya, dari beberapa kegiatan diajukan salah satunya pembangunan masjid terapung di area objek wisata kota Siringlaut.
“Masjid terapung akan dibangun sejenis bangunan gedung islamic center,” ucap Syairi kepada wartawan.
Untuk pembangun, lanjut dia, diperlukan anggaran sekitar Rp 70 miliar.
“Itu nanti selama 3 tahun, dimukai tahun 2022 bersumber dari APBD kabupaten,” terangnya.
Dia mengapresiasi keinginan pemerintah daerah yang dinilainya sangat luar biasa.
“Kita coba masukkan tahun jamak. Tapi ada hal-hal yang tidak bisa terpenuhi dalam perda kita,” pungkasnya.
(M Khaitami/banjarmasinpost.co.id)







