“Dia sangat lelah sekarang karena kebanyakan orang yang memiliki hubungan dengannya mati. Jadi dia cenderung menyendiri, tapi saya pikir ada peluang nyata baginya untuk menemukan sesuatu di film ini,” ujar Craig.
Sutradara Cary Joji Fukunaga mengatakan “No Time To Die” hadir lima tahun setelah “Spectre” sementara dunia di sekitar Bond telah banyak berubah sejak saat itu.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim produksi untuk mengembangkan cerita.
“Ada kerumitan, kekacauan, juga kerentanan yang ditutup-tutupi sejak film pertamanya saat Vesper Lynd meninggal. Pengambilan keputusan Bond cukup menarik karena kecerdikan sekaligus kekurangannya. Saya pikir Bond adalah cerita yang sangat menarik,” ujarnya.
Fukunaga mengatakan dirinya bersama tim produksi telah banyak mendiskusikan berbagai semesta kehidupan Bond untuk menambahkan sesuatu yang baru ke dalam cerita namun pada saat yang bersamaan tidak meninggalkan motif utama cerita yang telah terbangun sejak lama.
Broccoli juga mengatakan ada perdebatan tentang bagaimana tim produksi mengembangkan unsur kisah cinta sekaligus mengeksplorasi tema yang telah menjadi sangat penting di seluruh film Daniel Craig.
“Dengan ‘No Time To Die’ ada cerita yang kuat untuk diselesaikan, namun banyak bagian yang berkaitan. Saya pikir kami telah berhasil menceritakan kisah itu dan mengumpulkan semuanya,” pungkasnya.
(M Khaitami/antara)







