Tak ada aktivitas pembangunan masjid
Pada Kamis (23/9/2021), Nurlela (42), warga sekitar mengatakan sudah seminggu terakhir tak ada aktivitas pembangunan masjid.
“Tidak ada yang keluar masuk selama beberapa hari bahkan seminggu ini, bangunan itu tidak didatangi orang. Saya juga kurang tau karena tidak terlihat pagar masuknya,” kata Nurlela.
Ia mengetahui jika ada bangunan di dalamnya, tetapi apa yang sedang dibangun Nurlela mengaku tak tahu.
“Seingat saya ada yang bilang mau dibangun masjid tapi belum tau juga,” katanya.
Nasaruddin (49) juga tidak melihat adanya aktivitas di lokasi bangunan Masjid Raya Sriwijaya.
“Saya cuma buka toko saja ke sini datang pagi pulang sore. Selama itu saya tidak lihat ada yang masuk-masuk ke dalam sana, ” katanya sambil menunjuk bangunan.
Semnetara Sandy (20), warga RT 11 yang tinggal tepat di seberang pintu masuk Masjid Raya Sriwijaya mengaku sempat melihat ada dua bus yang masuk ke dalam lokasi pembangunan.
“Tiga hari lalu ada yang masuk bus dua unit, tapi cuma sebentar. Saya tidak tahu bus apa itu, ” ujarnya.
Pembangunan tak akan dilanjutkan
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengatakan untuk pembangunan kelanjutannya tidak akan dilakukan di tempat yang sekarang sedang mangkrak.
“Kenapa? Tahun ini ada anggarannya Rp 200 miliar tidak kita lanjutkan,” kata Deru saat diwawancarai Tribun Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (23/9/2021).
Dia mengaku sudah berdiskusi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum.
Jika dipaksakan dibangun, dengan mengabaikan kasus yang ada, bukan tidak mungkin ketika diaudit kontruksinya basement yang sudah dibangun lama itu ternyata tidak sesuai dengan konstruksi yang ditentukan dalam kontrak.
“Kalau sampai begitu tentu akan berakibat pada bangun atasnya. Sebenarnya anggaran Rp 200 miliarnya ada, cuma karena seperti ini maka kita guna kan ketempat lainnya dulu,” jelasnya.







