Terkait aksi Risma yang marah-marah ke warga, Rusli mengaku, telat mendapat informasi tersebut.
Peristiwa Risma marah terjadi ketika pemprov dan pemerintah kabupaten/kota se-Gorontalo sedang melakukan pemadanan data bantuan sosial.
Adapun Rusli pada saat bersamaan sedang mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kunjungan kerja ke Kabupaten Boalemo.
Salah satu pendamping PKH yang ditunjuk-tunjuk Risma menjelaskan, ada warganya yang terdata, tapi saldonya kini tidak pernah lagi terisi. Hal itu diduga membuat mantan wali kota Surabaya itu naik pitam.
BACA JUGA:
Hari Ini Gubernur Kalsel Sahbirin Sampaikan Pidato Perdana di Paripurna Istimewa DPRD Kalsel
BACA JUGA:
Honda BR-V Terbaru vs Xpander Cross, Adu Kekuatan Mesin, Siapa yang Menang? Ini Fakta-faktanya
BACA JUGA:
Jokowi Pantau Vaksinasi Covid-19 di Masjid Al Karomah Martapura, 2 Ribu Lebih Warga Ikut Mendaftar
“Pendamping PKH itu menyampaikan kepada ibu menteri ada nama nama ini saldonya kosong karena informasinya sudah dicoret. Itu yang bikin naik darahnya,” jelas Rusli.
“Boleh lah emosi, tapi jangan kelakuan seperti itu dong. Itu pegawai saya, meskipun dia pegawai rendahan, tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal menteri Nani Soedarsono, para dirjen, tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima,” kata Rusli dengan nada ketus.

Secara khusus, Rusli meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi sikap Risma ysng dalam banyak kesempatan selalu emosional di depan publik. Apalagi, kata dia, aksinya kali ini, kadung viral dan buat heboh warga Gorontalo.
“Tolonglah, mumpung Pak Presiden juga bisa lihat di Youtube, di mana-mana karena sudah ribut. Memperingati stafnya karena seperti itu (tidak pantas),” ucap Rusli, dilansir republika.co.id.
Awal mula kasus itu terjadi kala pencoretan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) karena saldo di rekeningnol rupiah. Pejabat Kemensos yang hadir dalam rapat menyampaikan jika pihaknya tidak pernah mencoret data KPM PKH.
Mendengar pemaparan itu, Mensos Risma meninggalkan kursi dan mendekati pendamping PKH tersebut, yang ikut rapat. “Jadi bukan kita coret, ya! Kamu tak tembak, ya, tak tembak kamu!” ujar Risma dengan mengarahkan pulpen ke dada sang petugas.
Penulis : Eep
Editor : Elpian







