Puluhan Juta Orang Terancam Tidak Mampu Bayar Gas dan Listrik, Eropa Dilanda Kelangkaan Energi

Pandemi Covid-19 memperburuk masalah, kata Sunderland, karena banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, meningkatkan konsumsi energi mereka.

Pada saat yang sama, harga energi di Eropa meningkat karena pemasok gas sedang mengalami kelangkaan energi, kesulitan untuk mengisi kembali stok yang terkuras oleh permintaan yang tinggi untuk pemanas musim dingin lalu, dan pendingin udara selama musim panas.

Kelangkaan energi untuk pasokan gas itu telah mendorong harga konsumen dan grosir melonjak ke tingkat rekor.

Gas alam berjangka untuk pengiriman Oktober 2021 naik lebih dari dua kali lipat selama tiga bulan terakhir, menurut data dari Dutch Title Transfer Facility, tempat perdagangan gas utama.

Data inflasi yang diterbitkan pada Kamis (30/9/2021) menunjukkan bahwa harga energi konsumen melonjak di Perancis dan Italia.

Kelangkaan energi di Eropa

“Risiko jatuh ke dalam kelangkaan energi dalam populasi Eropa adalah dua kali lipat dari risiko kemiskinan umum,” kata Bouzarovski kepada CNN Business.

Populasi Eropa antara 20 persen dan 30 persen menghadapi kemiskinan umum, sedangkan hingga 60 persen menderita kelangkaan energi di beberapa negara, katanya.

Bulgaria memiliki proporsi penduduk yang mengalami kelangkaan energi tertinggi di Eropa, yaitu sebesar 31 persen dari populasi. Diikuti oleh Lithuania sebesar 28 persen, Siprus sebesar 21 persen, dan Portugal sebesar 19 persen.

Populasi Swiss yang mengalami ancaman kelangkaan energi hanya sebesar 0,3 persen, paling rendah di Eropa. Kemudian, disusul oleh Norwegia 1 persen.

Para ahli dan juru kampanye berpendapat, Uni Eropa harus membuat undang-undang larangan pemasok memutus sumber energi rumah tangga dalam jangka pendek.

Mereka memperingatkan bahwa cara mengatasi kelangkaan energi adalah hanya dengan mengurangi ketergantungan pada gas, dan memperkenalkan lebih banyak energi terbarukan ke dalam bauran energi. Hal itu dapat melunakkan lonjakan harga dalam jangka panjang.

“Tidak jelas mengapa kami tidak memiliki larangan pemutusan sambungan di seluruh UE,” kata Bouzarovski.

Ia menambahkan bahwa implementasinya bisa serupa dengan bagaimana blok Uni Eropa itu menghapus biaya roaming ponsel.

“Kita harus melihat akses ke energi sebagai hak asasi manusia dengan cara yang sama seperti kita melihat akses ke air sebagai hak asasi manusia,” kata Martha Myers, juru kampanye keadilan iklim dan energi di Friends of the Earth Europe, yang merupakan bagian dari Hak untuk Koalisi Energi.

editor : NMD
sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *