“Sebaiknya ini tidak mengendorkan semangat guru, anak-anak, dan masyarakat untuk ikut vaksin,” papar Mahrus.
Sebelumnya diberitakan, pelajar SMA di Jember, Ananda Rahel Pratama (15), meninggal dunia setelah divaksin.
Kronologi kasus tersebut terjadi ketika Rahel mengikuti vaksin pada 10 September 2021 lalu. Setelah itu, daya tahan tubuhnya menurun dalam kurun waktu delapan hari.
Korban sempat mual, muntah, hingga kakinya membengkak yang membuat kesulitan berjalan.
Nyawanya tak tertolong saat keluarga membawa ke RSD Balung.
editor : NMD
sumber : kompas.com







