LOMBOK, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengaku kaget mendengar curhatan guru honorer tentang minimnya honor mereka.
Apalagi guru-guru itu memperoleh honor Rp 100 ribu per bulan.
Mendikbudristek Nadiem Makarim menceritakan, saat itu dirinya berkunjung ke TK Negeri Pembina Pedesaan.
Ia sedang duduk di sebelah murid umur 4 tahun.
Lalu gurunya, Asmawarni Yanti mulai membawakan pelajaran di kelas.
”Tetapi tiba-tiba dia terbawa emosi dan langsung menangis,” tutur Nadiem, pada wartawan, usai kunjungan di SDN Dasan Baru, Lombok Tengah, Kamis (7/10/2021).
Baca Juga :Tarif PPN Naik 11 Persen, Menkeu: Masyarakat Berpenghasilan Kecil & Menengah Bebas
Pada saat Asmawarni Yanti menangis, guru-guru di sebelahnya juga menangis.
Sampai anak kecil murid TK juga menangis pada momen tersebut.
”Jadi itu satu episode yang cukup menyedihkan, emosional,” tuturnya.
Guru yang honor di TK negeri menyampaikan kondisi mereka.
Nadiem mengaku sangat terkejut, para guru tersebut rupanya hanya mendapat gaji Rp 100 ribu sebulan yang kadang-kadang pencairannya tidak rutin setiap bulan.
”Itu menyakitkan hati saya sekali, kok bisa ya itu sampai terjadi.
Kadang-kadang pembayarannya juga tidak (teratur),” ujar Nadiem, sembari menunduk.







