UIN Antasari Banjarmasin Gandeng Malaysia & Thailand, Gelar The 3rd Internasional Conference on Islam

Terkait lima hal itu Mujiburrahman yakin bahwa di wilayah Asia Tenggara khususnya tiga negara serumpun Malaysia, Indonesia dan Thailand Selatan bisa untuk menghadapi isu-isu tersebut.

“Saya percaya kita memiliki khazanah budaya Islam yang bersifat lokal, bersifat nusantara yang mungkin dapat kita gali dan terus kita kembangkan, sehingga kita tetap bisa menghadapi berbagai tantangan yang kita alami di masa covid-19 ini,” ucap Rektor.

Sebelumnya, Rektor memberikan apresiasi kepada Prof. Dr. Wan Kamal Mujani (Pro Naib Canselor, UKM) dan Assoc. Prof. Cheloh Khaegphong (Asisstant to the President PNU, Thailand) yang berkenan untuk didaulat sebagai Honorary Speech pada ICDIS ke-3 kali ini.

Selain daring, Konferensi itu juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube UIN Antasari Banjarmasin.

Pada kesempatan itu juga Rektor mengungkapkan kegembiraan, atas terselenggaranya kegiatan The 3rd ICDIS, setelah melakukan persiapan selama dua tahun, meski kegiatan hanya bisa dilaksanakan secara virtual.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr H Hamdan, mengatakan bahwa secara tidak langsung kegiatan tersebut menghantarkan UIN Antasari Go International.

“Sekaligus juga memberikan kesempatan kepada para dosen dan mahasiswa kami bagaimana berbicara di pentas internasional,” ujarnya.

Seminar tersebut ujar Dr H Hamdan akan terus berlanjut, mengingat UIN Antasari Banjarmasin tergabung dalam organisasi ICDIS.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, nanti acara selanjutnya mungkin dilaksakan di Thailand,” ungkapnya.

editor : NMD
sumber : banjarmasinpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *